Astra Cycling Tour 2020 targetkan 7.000 peserta

Astra Cycling Tour 2020 targetkan 7.000 peserta

Pengumuman ajang Astra Cycling Tour 2020 dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/2/2020). ANTARA/Roy Rosa Bachtiar/aa.

Jakarta (ANTARA) - Kegiatan Astra Cycling Tour akan kembali digelar untuk ketiga kalinya pada 5 April dan menargetkan diikuti sekitar 7.000 pesepeda dari Jakarta dan sekitarnya serta dari kalangan Astra maupun komunitas sepeda atau masyarakat umum.

Melihat animo yang semakin meningkat setiap tahunnya, Astra Cycling Team selaku pelaksana
mematok target peserta yang lebih besar dari dua even sebelumnya.

Pada pelaksanaan perdana tahun 2018 diikuti sekitar 2.600 peserta, sedangkan tahun 2019 meningkat menjadi 6.500 peserta.

"Kalau tahun ini target 7.000 ya, tapi kami optimistis minimalnya ada 6.300 peserta yang hadir. Angka 63 itu terinspirasi dari usia Astra tahun ini," kata Ketua Umum Astra Cycling Tour 2020 Ardian Nur dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Dalam kegiatan bersepeda masal yang akan digelar di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan ini, peserta bisa memilih dua nomor yang akan diikuti, yaitu nomor 30 kilometer dan nomor 60 km.

Untuk nomor terpendek, akan dikenakan biaya Rp300 ribu, sedangkan nomor 60 km dikenakan Rp350 ribu. Namun, bagi peserta yang mendaftar sebelum akhir bulan Februari akan mendapat potongan harga sebesar Rp50 ribu.

"Diskonnya kami batasi sampai akhir bulan ini saja, untuk nomor 30 kilometer jadi Rp250 ribu, nomor 60 kilometer Rp300 ribu. Supaya calon peserta makin semangat ikut," kata Ardian.

Pada Astra Cycling Tour 2020 juga akan mengusung tema yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, yaitu "Kayuh Semangat Kurangi Plastik".

Menurut Ardian, tema tersebut dipilih agar menjadi inspirasi masyarakat akan arti hidup sehat melalui olahraga dan lingkungan yang bersih.

Pada praktiknya, para peserta yang akan mengikuti kegiatan ini tidak akan diberikan kantong plastik saat pembagian "race kit", namun diganti dengan tas yang bisa dipakai ulang, termasuk kemasan minuman pun akan diganti dengan botol minum atau tumbler sehingga tidak menyisakan sampah botol plastik selepas kegiatan.

"Selain meningkatkan gaya hidup sehat, kami kan juga punya komitmen mengurangi pemakaian plastik sekali pakai. Salah satunya 'racepack' nanti sudah tidak pakai plastik," pungkas Ardian.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar