BPS: Partisipasi warga Kota Malang ikuti sensus "online" masih rendah

BPS: Partisipasi warga Kota Malang ikuti sensus "online" masih rendah

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Sunaryo (kiri) dalam jumpa pers di Kantor BPS Kota Malang, Jawa Timur, Senin (2/3/2020). ANTARA/Vicki Febrianto

Baru sebanyak 3.900 keluarga yang melakukan sensus penduduk secara 'online'
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menyebutkan tingkat partisipasi warga Kota Malang, Jawa Timur, pada Sensus Penduduk 2020 secara online tercatat masih rendah.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengatakan hingga saat ini, baru sebanyak 3.900 keluarga yang melakukan sensus penduduk secara online.

Padahal, BPS Kota Malang, mengharapkan tingkat partisipasi mencapai 120 ribu keluarga.

"Di Kota Malang itu ada kurang lebih 300 ribu keluarga, yang diharapkan untuk mengikuti sensus online 120 ribuan. Yang sudah, baru 3.900 keluarga, jadi masih jauh," katanya di Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Sunaryo mengharapkan masyarakat Kota Malang yang mayoritas merupakan masyarakat yang paham teknologi informasi, diharapkan bisa menyisihkan waktu untuk berpartisipasi dalam Sensus Penduduk 2020 daring tersebut.

Sunaryo menambahkan, untuk melakukan sensus online, masyarakat tidak akan mengalami kesulitan.

Menurutnya, tiap orang hanya membutuhkan waktu kurang lebih selama lima menit untuk melakukan sensus tersebut.

"Kami mengharapkan tingkat partisipasi masyarakat lebih tinggi daripada kota-kota lainnya. Karena masyarakat Kota Malang lebih melek IT," kata Sunaryo.

BPS Kota Malang mengharapkan dari total 300 ribu keluarga yang ada di Kota Malang, sebanyak 40 persennya bisa mengikuti Sensus Penduduk 2020 online.

Ia mengingatkan masih ada waktu hingga 31 Maret 2020.

"Kami mengharapkan hingga akhir Maret 2020 bisa 40 persen atau mengalami kenaikan per hari 15 persen," ujar Sunaryo.

Badan Pusat Statistik melakukan Sensus Penduduk 2020 online mulai 15 Februari hingga 31 Maret 2020.

Masyarakat bisa mengakses situs sensus.bps.go.id dengan menggunakan perangkat yang terhubung internet.

Sementara untuk masyarakat yang belum bisa mengakses secara online, akan didatangi petugas untuk melakukan sensus lewat wawancara dengan menggunakan kuesioner kertas pada Juli 2020.

Data penduduk yang akan dihasilkan dari Sensus Penduduk 2020 tersebut, akan dijadikan data dasar yang bisa dipergunakan untuk mengambil kebijakan oleh pemerintah, seperti bidang pangan, pendidikan, kesehatan, dan perumahan.

Baca juga: Kepala BPS: Ayo semua berpartisipasi, ikut sensus penduduk online
Baca juga: Kesuksesan Sensus Penduduk esensial untuk optimalkan bonus demografi
Baca juga: BPS targetkan 44 persen warga Sumsel ikuti Sensus Penduduk Online


Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BPS perpanjang masa sensus penduduk hingga 29 Mei

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar