Dolar jatuh, penurunan suku bunga Fed gagal dorong aset berisiko

Dolar jatuh, penurunan suku bunga Fed gagal dorong aset berisiko

Uang dolar AS. ANTARA/REUTERS/Lee Jae-Won

Yang dibutuhkan adalah dukungan lebih langsung ke industri yang terkena langsung oleh virus
New York (ANTARA) - Dolar AS jatuh terhadap mata uang utama dunia lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), ketika investor yang khawatir tentang penyebaran wabah virus corona meninggalkan aset-aset berisiko, bahkan setelah Federal Reserve AS menurunkan suku bunganya mendekati nol dan meluncurkan putaran baru pelonggaran kuantitatif.

Dalam pengumuman yang mengejutkan, Federal Reserve AS pada Minggu (16/3/2020) memangkas suku bunga acuannya sebesar 100 basis poin menjadi mendekati nol dan berjanji untuk meningkatkan kepemilikan obligasi setidaknya 700 miliar dolar AS di tengah meningkatnya kekhawatiran atas wabah COVID-19.

Baca juga: Minyak turun tajam, WTI jadi 28,7 dolar/barel
Baca juga: Emas jatuh 30 dolar karena aksi ambil untung, perdagangan teknikal


Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan Fed, memutuskan untuk menurunkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 0-0,25 persen.

Pemotongan 100 basis poin datang hanya kurang dari dua minggu setelah langkah antarpertemuan sebelumnya, yang memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin, gagal menenangkan kegelisahan pasar.

“Yang dibutuhkan adalah dukungan lebih langsung ke industri yang terkena langsung oleh virus. Itu hanya dapat disediakan oleh kebijakan fiskal, dan pemerintah belum menunjukkan reaksi cepat yang sama dengan yang dimiliki bank sentral," kata Marshall Gittler, kepala penelitian investasi di BDSwiss Group, seperti dikutip Reuters

Para pemimpin negara-negara kaya Kelompok Tujuh (G7) mengatakan mereka berkomitmen untuk melakukan "apa pun yang diperlukan" untuk memerangi pandemi virus corona dan untuk bekerja sama lebih dekat untuk melindungi kesehatan masyarakat, pekerjaan dan pertumbuhan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,70 persen menjadi 98,0821 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1168 dolar AS dari 1,1066 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2234 dolar AS dari 1,2305 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh ke 0,6126 dolar AS dari 0,6141 dolar AS.

Dolar AS dibeli 106,15 yen Jepang, lebih rendah dari 108,15 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9470 franc Swiss dari 0,9554 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3980 dolar Kanada dari 1,3926 dolar Kanada.

Baca juga: Fed AS pangkas suku bunga dekati nol di tengah ketakutan virus corona
Baca juga: Dolar melonjak seiring reli saham dan pengumuman Trump darurat Corona

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menguatnya kurs dolar tak pengaruhi daya beli masyarakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar