Tangani sampah laut, Luhut minta ada kapal khusus

Tangani sampah laut, Luhut minta ada kapal khusus

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kiri). ANTARA/HO-Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

galangan kapal manapun yang dipilih terserah, yang pasti yang terbaik untuk membangun kapal pengangkut sampah
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat koordinasi mengenai penanganan sampah laut di mana ia memberi arahan agar ada kapal khusus pengangkut sampah hingga bahan bakar alternatif.

Dalam rakor yang digelar melalui konferensi video di Jakarta, Jumat, Luhut memberi arahan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk menyiapkan kapal pengangkut sampah di setiap pelabuhan di bawah koordinasi PT Pelindo.

"Supaya di setiap pelabuhan punya kapal pengangkut sampah, Pelindo koordinasi Menteri KKP, kita harus mulai sekarang, galangan kapal manapun yang dipilih terserah, yang pasti yang terbaik untuk membangun kapal pengangkut sampah," kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Menteri KKP Edhy Prabowo menyatakan kesiapannya guna menyediakan anggaran untuk melaksanakan arahan tersebut. Edhy juga berencana untuk membuat regulasi agar setiap kapal penangkap ikan juga dapat mengumpulkan sampah di laut dan tidak hanya menangkap ikan saja.

"Kami akan bangun kapal-kapal sampah, kami senantiasa siap, koordinasi antar kementerian pun akan kami pertahankan. Kemudian seluruh kapal ikan jangan hanya ambil ikan saja, tapi ambil sampah juga, regulasi akan kita buat," jelas Edhy.

Sementara itu, kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Luhut mendorong pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk penanganan sampah.

RDF merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari pengolahan sampah dengan komposisi bahan yang mudah terbakar. Selain industri semen, RDF juga dapat digunakan untuk pembakaran di boiler berbahan bakar batu bara atau sangat tepat digunakan di PLTU.

Menteri Siti kemudian menjelaskan langkah-langkah strategis antara lain, mengenai perlunya dibuat regulasi mengenai pembangunan RDF di Indonesia.

Dalam regulasi tersebut nantinya akan mencakup mengenai daftar daerah yang berpotensi untuk dibangun RDF, harga pembelian RDF oleh offtaker, kontribusi RDF dalam mengurangi gas rumah kaca dan pendalaman bersama kepada para pimpinan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

"Serta, menyiapkan kelompok masyarakat dengan kegiatan bank sampah sebagai bagian sistem pengumpulan sampah, dan penerapan bertahap konsep pilah sampah," ujar Siti.

Selanjutnya, kepada Menteri Arifin, Luhut mengarahkan agar segera dibuat proyek percontohan untuk penerapan teknologi RDF.

Menurut Arifin, saat ini salah satu lokasi RDF berada di Cilacap, Jawa Tengah.

"RDF Cilacap investasinya Rp90 miliar, dengan kapasitas sebanyak 120 ton per hari. RDF itu dapat dipergunakan sebagai bahan bakar pada industri semen," kata Arifin.

Baca juga: Luhut: Dana perjalanan dinas dialihkan agar ekonomi terus berjalan
Baca juga: Luhut: kita bisa "manage" pertumbuhan ekonomi di atas 4 persen
Baca juga: Luhut buka peluang impor gas

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Luhut evaluasi kebijakan pelarangan mudik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar