Pertamina Foundation ciptakan Wastafel Keliling untuk cegah COVID-19

Pertamina Foundation ciptakan Wastafel Keliling untuk cegah COVID-19

Wastafel Keliling yang beroperasi di kawasan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. (ANTARA/HO/ Humas Pertamina Foundation)

Jakarta (ANTARA) - Pertamina Foundation menggandeng HOPE Worldwide Indonesia menciptakan Wastafel
Keliling (Mobile Handwashing Unit/MHU) untuk mencegah penyebaran COVID-19 khususnya di kawasan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Penyediaan Wastafel Keliling ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu mencuci tangan pakai sabun dan menjaga kebersihan dimanapun berada, terlebih di tempat umum," kata Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S dalam keterangan tertulisnya yang diterima ANTARA, Selasa.

Program MHU itu secara resmi beroperasi pada Senin (30/3) kemarin, di pintu Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dan dihadiri perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI serta Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful Anwar.

Wastafel Keliling itu dapat digunakan masyarakat dengan jarak antre tiap individu minimal satu meter untul mendukung "physical distancing" dan beroperasi secara khusus di sekitar RSD Wisma Atlet.

"Kami berharap Wastafel Keliling ini bisa memberikan akses bagi cuci tangan dengan sabun bagi yang tetap harus berkegiatan, apalagi di sekitar RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet," kata Country Director HOPE Worldwide Indonesia Lily Salim.

Baca juga: Ragunan merevisi target pengunjung tahun 2020

Mencuci tangan menggunakan sabun di bawah aliran air yang mengalir merupakan salah satu cara dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terutama untuk mencegah potensi penyebaran virus asal Wuhan itu.

Selain mencuci tangan menggunakan sabun, masyarakat juga diminta untuk terus menjaga jarak antar satu individu dengan individu lain untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Hingga Selasa, Rumah Sakit Wisma Atlet telah merawat sebanyak 413 pasien kasus COVID-19, dengan rincian 101 kasus positif COVID-19, 232 kasus pasien dalam pengawasan (PDP), 80 kasus orang dalam pemantauan (ODP).
Baca juga: 11 pasien positif COVID-19 di Jakarta Barat sembuh

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar