Kemenperin identifikasi dampak dan kebutuhan IKM akibat Corona

Kemenperin identifikasi dampak dan kebutuhan IKM akibat Corona

Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pembuatan cangkul di Industri Kecil Menengah (IKM) di kawasan CV. Netral Jaya Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (18/12/2019). . ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nz

Kami akan menindaklanjuti kebutuhan yang diperlukan para IKM di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian mengidentifikasi dampak dan kebutuhan Industri Kecil Menengah (IKM) dalam rangka penanganan pandemi virus Corona terbaru Covid-19 di Indonesia.

“Kami sudah membuat matriksnya, apa yang dibutuhkan oleh setiap IKM di Indonesia. Kami identifikasi,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut dia Kemenperin mengidentifikasi 16.620 IKM di sembilan provinsi di Indonesia, yakni di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku, Jawa Barat, Bangka Belitung, Jawa Timur, Lampung dan Banten.

Adapun ke-16.620 IKM tersebut memiliki 89.350 pekerja yang bernaung di tengah pandemi Corona saat ini, di mana virus baru tersebut memberikan dampak terhadap usaha mereka.

Berbagai dampak mewabahnya Covid-19 terhadap keberlangsungan IKM ditemukan, mulai dari penjualan menurun, ketersediaan dan harga bahan baku naik, produksi terhambat, penurunan daya beli masyarakat, tenaga kerja dirumahkan, defisit akibat menurunnya penjualan, hingga tidak dapat melakukan pemasaran.

Data itu menunjukkan bahwa potensi kerugian IKM di tengah penyebaran Covid-19 yakni mencapai sekitar Rp121 miliar.

Menurut Gati, para pelaku IKM telah menyampaikan berbagai keperluan yang dibutuhkan kepada pemerintah yang akan ditindak lanjuti Kemenperin.

Adapun beberapa kebutuhan tersebut yaitu, bantuan modal usaha, jaminan dan stabilitas harga bahan baku dan penolong, insentif bagi tenaga kerja dan anggota IKM, pembayaran untuk produk yang sudah ada, pembebasan biaya BPJS Kesehatan, dan penundaan pembayaran kredit.

“Kami akan menindaklanjuti kebutuhan yang diperlukan para IKM di Indonesia,” ujar Gati.



Baca juga: Hadapi pandemi corona, Kemenperin semangati pelaku industri nasional
Baca juga: Kemenperin targetkan Program e-Smart jangkau 6.000 IKM tahun ini
Baca juga: Kemenperin gencar fasilitasi transformasi IKMA menuju Industri 4.0


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ancaman krisis ekonomi membuat UKM dan IKM NTB kreatif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar