Solok Selatan akan rekrut 27 tenaga medis hadapi COVID-19

Solok Selatan akan rekrut 27 tenaga medis hadapi COVID-19

Direktur RSMS Purwokerto dr. Tri Kuncoro, M.M.R. saat menjelaskan rencana perluasan ruang isolasi di Ruang Perawatan Edelweis, RSMS Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020) siang. (ANTARA/Sumarwoto)

Padang Aro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat akan merekrut 27 relawan tenaga medis untuk menghadapi wabah Corona Virus Disease (COVlD-19).

Pelaksana tugas Bupati Solok Selatan Abdul Rahman didampingi Kepala Dinas Kesehatan Novirman di Padang Aro, Selasa, mengatakan 27 tenaga medis yang akan direkrut yaitu dokter lima orang, perawat 20 dan tenaga labor dua orang.

"Sesuai dengan surat dari Provinsi (Sumbar) bahwa ada kesempatan rekrutmen tenaga kesehatan sehingga untuk RSUD Solok Selatan akan diterima 27 orang. Tenaga medis penanganan COVID-19 akan diberi isentif khusus," katanya.

Setelah rekrutmen tenaga medis ini, katanya, juga akan dipersiapkan untuk cleaning servis serta petugas keamanannya.

Untuk persiapan ruang isolasi di RSUD setempat, katanya, sudah ada 10 tempat tidur dengan ventilatornya yang sudah siap.

Pihaknya mengaku sudah mempersiapkan ruangan itu sejak jauh-jauh hari dan telah bisa dimanfaatkan.

Terkait Alat Perlindungan Diri (APD) di Solok Selatan yang tersedia saat ini sebanyak 50 buah di Dinas Kesehatan dan 88 di RSUD setempat.

Khusus APD, katanya, kebutuhan di Solok Selatan sekitar lima ribu set untuk empat bulan ke depan dan untuk pengadaannya dibutuhkan biaya sekitar Rp5 miliar.

Untuk saat ini pemerintah setempat sudah mengalihkan anggaran Rp12 miliar dari hasil pengalihan anggaran pembangunan jembatan.

"Nanti akan dilakukan lagi penambahan dari anggaran Pilkada, perjalanan dinas maupun dana Tour de Singkarak (TdS)," ujarnya.

Dia menyebutkan hingga saat ini sebanyak 875 orang yang masuk ke Solok Selatan dari daerah terjangkit seperti Jakarta maupun di wilayah Sumbar sendiri.

Untuk di Sumbar, katanya, ada Kota Padang, Bukittinggi, Pesisir Selatan yang sudah ditemukan kasus positif COVID-19 dan itu termasuk Pelaku Perjalanan dari daerah Terjangkit virus corona (PPT).

Sesuai dengan http://corona.solselkab.go.id/ jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Solok Selatan tidak ada sedangkan untuk ODP sebanyak 36 orang dengan yang positif COVID-19 juga belum ada.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar