Jakarta (ANTARA News) - Ajaran Budha tidak melarang pemasangan berbagai ornamen Budha yang berada di tempat seperti hotel ataupun restoran.

Hal tersebut disampaikan Bhiksu Vihara Vajrabhodi Bogor, Bhiksu Nirmana Sasana, dalam acara peringatan Hari Raya Waisak 2553/2009 yang dilaksanakan umat Budha di Vihara Vajrabhodi, Minggu.

Dalam acara perayaan Waisak yang mengambil tema "Dengan Tekad Bodhisattva Kita Kembangkan Bodhicitta", itu Bhiksu Nirmana juga mengatakan bahwa Budha tidak melarang orang untuk menaruh ornamen Budha dimanapaun letaknya.

Menurut dia, Penempatan ornamen Budha tersebut dikembalikan kepada pribadi masing-masing umat Budha itu sendiri. "Hanya seorang Buddhis yang akan menempatkan ornamen Budha tersebut di tempat-tempat layak," ujarnya.

Dikatakannya pula bahwa sepengetahuannya berbagai ornamen Budha yang berada di banyak hotel dan restoran itu hanya diletakkan di tempat yang layak dan karenanya tidak ada masalah.

Pemuka agama Budha itu juga mengaku belum pernah melihat ornamen-ornamen Budha diletakan di tempat-trempat yang tidak layak, seperti di toilet.

Tapi, ia menambahkan, meskipun ornamen Budha itu diletakan di tempat yang tidak layak, maka hal tersebut dikembalikan kepada karma pribadi orang itu sendiri.

Hal ini dasarkan pada kepercayaan umat Budha terhadap karma yang akan berlaku.

Senada dengan pendapat Bhiksu Nirmana, Bhiskuni Chan Kong dari Vietnam juga berpendapat bahwa tidak ada larangan pemasangan ornamen Buddha di tempat-tempat komersil.

Bhiksuni Chan Kong yang juga lulusan Biologi Universitas Saigon mengatakan bahwa dengan adanya pemasangan ornamen-ornamen Budha, dimanapun tempatnya, hanya untuk mengingat amalan dan ajaran Buddha itu sendiri.

Pada kesempatan itu, Bhiksu Nirmana Sasana menghimbau umat Budha agar selalu mendekatkan diri kepada ajaran Budha dan lebih bersabar sehingga bangsa ini bisa menghadapai krisis global.

"Dengan adanya kesabaran dan lebih dekat kepada Budha, maka bangsa Indonesia akan lebih cepat terbebas dari krisis global", tambahnya.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009