Gowa, Sulsel (ANTARA News) - Perdana Menteri Malaysia, Mohammad Najib Tun Abdul Razak diterima secara adat Kerajaan Gowa oleh 30 orang pasukan berkuda serta 30 orang paganrang bulo (penari gendang) yang dikawal menuju Makam Sultan Hasanuddin.

"Perdana Menteri Malaysia yang mendapat julukan I Mappadulung Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone ini diterima dengan adat Kerajaan Gowa di perbatasan Sungguminasa-Makassar," ujar Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa selaku penanggungjawab acara, HM Yusuf Sommeng, di Gowa, Kamis.

PM Malaysia juga dijemput oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Bupati Gowa, H Ichsan Yasin Limpo, Muspida, keluarga Kerajaan Gowa serta undangan lainnya dengan memakai pakaian adat kerajaan.

Selain mengunjungi Makam Sultan Hasanuddin yang diterima dengan prajurit kerajaan, tokoh masyarakat dengan menggunakan payung putih (lallung), PM Malaysia ini juga dijadwalkan akan melakukan penanaman pohon di Rumah Jabatan Bupati Gowa serta peresmian Jalan Tun Abdul Razak yang sebelumnya Jalan Aroepala atau jalan lingkar Hertasning Baru.

"Pengabadian nama ayah Perdana Menteri keenam Malaysia ini sebagai bentuk jalinan hubungan kekerabatan dan ikatan emosional. Apalagi, Najid adalah keturunan Raja Gowa ke-19, I Mappadulung Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone Sultan Abdul Djalil Tumenanga ri Lakiung," katanya.

Dari silsilah keturunannya, Najib memiliki garis keturunan dari Raja Gowa Ke-19, I Mappadulung Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone Sultan Abdul Djalil Tumenanga ri Lakiung.

Ikatan emosional inilah yang mempererat hubungan Dato` Sri dengan masyarakat Bugis-Makassar, yaitu adanya silsilah keturunan Dato`Sri dengan Raja Gowa XX.

Pada kunjungan pertama Najib beberapa tahun lalu ke tanah Bugis, beliau telah diberikan anugerah kebudayaan sebagai warga kehormatan Gowa dengan gelar Dato` Sri Mohammad Najib Tun Abdul Razak Imappadulung Dg Mattimung Karaeng Sanrobone Sultan Abd Jalil Raja Gowa XX.

Sebelum berkunjung di Kabupaten Gowa, PM Malaysia bersama Gubernur Sulsel dan beberapa pejabat lainnnya dari Malaysia dan Indonesia, menuju Manado menghadiri Word Ocean Conference (WOC).(*)


Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009