Basarnas: Petani Banyumas yang diduga hilang di kebun belum ditemukan

Basarnas: Petani Banyumas yang diduga hilang di kebun belum ditemukan

Tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran guna mencari Saniswan (80) yang diduga hilang di area perkebunan Batulaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. ANTARA/HO-KPP Cilacap

Cilacap (ANTARA) - Seorang petani asal Desa Sunyalangu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, atas nama Saniswan (80) yang diduga hilang di kebun hingga saat ini belum ditemukan, kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Cilacap I Nyoman Sidakarya.

"Dalam pencarian pada hari ketujuh ini, kami melakukan pemantauan di sekitar daerah tersebut," katanya di Cilacap, Selasa.

Sesuai dengan standar operasional prosedur, kata dia, operasi pencarian dan pertolongan (operasi SAR) dilaksanakan selama tujuh hari sejak kejadian itu dilaporkan.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan pihaknya akan menutup operasi SAR tersebut jika korban tidak ditemukan hingga Selasa (14/4) sore.

Baca juga: Basarnas Cilacap: Seorang petani diduga hilang di perkebunan Batulaya

Menurut dia, tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi SAR tersebut juga telah menginformasikan ciri-ciri maupun pakaian yang dikenakan Saniswan sebelum dilaporkan hilang.

"Kami berharap jika ada warga yang melihat seseorang dengan ciri-ciri seperti Pak Saniswan, agar segera melaporkan ke Pemerintah Desa Sunyalangu atau pihak terkait lainnya," katanya.

Seperti diwartakan, Saniswan yang merupakan warga Grumbul Semaya RT 04 RW 06, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, diduga hilang di area perkebunan Batulaya yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Saniswan diketahui meninggalkan rumahnya pada hari Senin (6/4), sekitar pukul 13.30 WIB, untuk menuju sawah dan ladangnya yang berada di area perkebunan Batulaya.

Dua orang petani yang terdiri atas Heri, warga Grumbul Semaya RT 05 RW 06, dan Satinem, warga Grumbul Semaya RT 06 RW 06, mengaku sempat berpapasan dengan Saniswan saat mereka hendak ke ladang.

Mereka sempat menyapa Saniswan dengan menanyakan mau pergi ke mana dan dijawab jika akan ke sawah dan ladangnya.

Akan tetapi hingga hari Senin (6/4), pukul 18.30 WIB, Saniswan belum pulang ke rumah sehingga salah seorang anaknya, Mukron menanyakan keberadaan ayahnya kepada anggota keluarga yang lain.

Oleh karena tidak ada yang mengetahui keberadaan Saniswan, pihak keluarga segera mencarinya ke sawah dan ladang namun hingga pukul 21.00 WIB, petani tersebut belum ditemukan.

Uripah yang merupakan istri Saniwan pun segera melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa dan diteruskan ke instansi terkait lainnya yang ditindaklanjuti dengan upaya pencarian.

KPP Cilacap yang menerima informasi kejadian tersebut dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas pada Rabu (8/4) pagi segera memberangkatkan satu regu personel Basarnas KPP Cilacap menuju lokasi kejadian guna menggelar operasi pencarian dan pertolongan bersama sejumlah potensi SAR lainnya.

Baca juga: Tim SAR evakuasi penderes nira kelapa tenggelam di Sungai Tenggulun

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Optimalkan operasi SAR, Kabasarnas Resmikan 2 Kapal SAR

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar