Tips agar makanan kaleng lebih bernutrisi

Tips agar makanan kaleng lebih bernutrisi

Ilustrasi makanan kaleng (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Sebagian orang mengandalkan makanan kalengan di tengah pandemi COVID-19 dan Ramadhan ini. Daging segar, sayuran, dan buah-buahan kaleng tidak sepenuhnya tanpa nutrisi.

"Ikan kaleng seperti tuna dan salmon kaya protein dan zinc. Kacang kalengan seperti buncis, kacang hitam, kacang merah, tinggi serat, terutama serat larut, serta mineral seperti magnesium, seng, dan kalium," kata Jaclyn Reutens, ahli diet dan pendiri Aptima Nutrition & Sports Consultants dikutip dari CNA Lifestyle, Minggu.

Namun, ingatlah kandungan garam, gula dan lemaknya, lalu zat aditif seperti penstabil makanan dan penambah rasa juga digunakan untuk mempertahankan umur simpan.

Jika Anda mempertimbangkan untuk menambahkan beberapa makanan kaleng ke dalam menu Anda sesekali, ada beberapa cara untuk membuatnya lebih sehat.

Mi instan
Kebanyakan orang menambahkan telur ke dalam mi instan mereka, atau potongan daging ayam dan sayuran beku seperti brokoli untuk meningkatkan asupan protein, vitamin A, zinc, iron dan folat.

Untuk penggemar mi instan goreng, Anda dapat menambahkan lebih dari sekadar saus. Caranya, tambahkan tuna kalengan tumis dalam minyak zaitun dengan sayuran campuran beku untuk asam lemak omega-3, vitamin B, Vitamin C dan D, dan serat.

Lalu, tambahkan daging cincang beku beku dan biji-bijian untuk zat besi, folat, magnesium dan serat. Rebus dan tiriskan kacang merah kalengan dan kembang kol beku untuk serat, protein, kalium dan folat; lalu tambahkan ke mie.

Untuk membuatnya lebih sehat, pilih mi instan dengan bumbu natrium lebih rendah atau sebaiknya jangan memilih yang goreng untuk mengurangi asupan lemak.


Daging kornet
Tambahkan pada daging kornet, biji jagung untuk asupan Vitamin A dan B6, niasin dan serat. Atau Anda bisa menggoreng daging dengan kacang polong beku untuk Vitamin A dan C, folat, mangan, dan serat.

Sebaiknya batasi menyantap daging kornet hanya sekali seminggu. Kapan pun memungkinkan, cari yang kandungan natrium, lemak, dan pengawet yang lebih sedikit.

Ikan sarden
Sayuran beku bisa menjadi pendamping yang sempurna untuk ikan sarden kalengan. Anda bisa membuat tumisan sayuran beku seperti wortel (beta-karoten dan serat) atau brokoli (folat, sulphoraphane pencegah kanker, dan mangan pelindung tulang) untuk hidangan lengkap .

Untuk membuatnya lebih sehat, Anda bisa memilih ikan yang dikalengkan dalam air atau minyak zaitun sebagai gantinya karena Anda dapat membuang cairan lebih mudah dan membilasnya dengan air.

Tuna kalengan
Jika Anda lelah dengan pasta, tuna juga dapat digoreng dengan sayuran beku seperti asparagus, atau bayam untuk vitamin B, serat dan zat besi. Tambahkan kacang merah kaleng dan Anda akan mendapatkan protein dan serat ekstra.

Bagi mereka yang hipertensi, buang air garam sebanyak mungkin. Sertakan sayuran beku dan buah beku seperti stroberi dan blueberry dalam makanan Anda karena potasium di dalamnya membantu menyeimbangkan efek buruk natrium, demikian seperti dilansir Channel News Asia.


Baca juga: Apakah ikan tuna kalengan aman dikonsumsi?

Baca juga: Ingin konsumsi makanan kalengan saat corona? Ini syaratnya

Baca juga: Buah hingga cokelat, makanan sehat selama isolasi diri COVID-19

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar