Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan, penurunan pasar rokok putih di pasar tradisional, membuat prinsipal rokok dunia mengambil langkah strategis untuk mengakuisisi produsen rokok lokal (kretek) Indonesia.

"Langkah yang diambil BAT (British American Tobacco Plc) mengakusisi Bentoel (PT Bentoel Internasional Investama Tbk) merupakan strategi bisnis baru yang dilakukan produsen rokok global," ujar Fahmi di Gedung Departemen Perindustrian.

Dia menjelaskan, saat ini produsen rokok dunia itu memang masih mengandalkan produk rokok putih sebagai produk andalannya mereka melihat pasar rokok putih terus menurun.

"Tren pasar rokok putih saat ini terus menurun, paling hanya sekitar 7 persen dari total pangsa pasar rokok dunia. Makanya, mereka akan masuk ke kretek," jelas dia.

Baru-baru ini BAT mengakuisisi 85 persen saham Bentoel dengan nilai Rp5 triliun setelah membeli 56 persen saham Rajawali Group di perusahaan rokok nasional itu.

Philip Morris International Inc lebih dulu mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi 98 persen saham PT HM Sampoerna Tbk melalui PT Philip Morris Indonesia pada 2005.

Saat ini, kata Menprind, prinsipal rokok dunia ini tengah menjajaki pasar untuk masuk produk kretek ke sejumlah pasar tradisional, seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Namun, langkah ini terganjal oleh salah satu organisasi AS Drug Enforcement Administration (DEA) yang mengatur regulasi peredaran tembakau.

"Namun dengan lobi yang dilakukan Philip Morris ke pemerintah AS, saya rasa tidak lama lagi produk kretek dari Indonesia bisa masuk ke sana," katanya yakin. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009