Turki izinkan penerbangan, pembukaan kembali bisnis

Turki izinkan penerbangan, pembukaan kembali bisnis

Umat Muslim memakai masker pelindung sambil melakukan pembatasan jarak fisik saat mereka melakukan ibadah shalat Jumat di Mesjid Fatih, yang sebagian dibuka untuk ibadah, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Istanbul, Turki, Jumat (29/5/2020). (ANTARAREUTERS/UMIT BEKTAS/TM)

Istanbul (ANTARA) - Turki mengizinkan pelaksanaan kembali penerbangan dan perjalanan darat antara kota-kota besar serta pembukaan  kembali Grand Bazaar di Istanbul, juga kafe dan restoran pada Senin.

Pengeluaran izin tersebut merupakan langkah besar yang diambil pemerintah negara itu untuk melonggarkan aturan pembatasan,  yang sebelumnya diberlakukan guna menangani pandemi virus corona.

Menteri Transportasi Turki Adil Karaismailoglu berusaha meyakinkan kembali para penumpang, dalam sebuah upacara yang menandai penerbangan reguler pertama dari Istanbul ke Ibu Kota Ankara dalam dua bulan terakhir.

"Kita memasuki periode perjalanan yang berfokus pada isolasi, mulai dari pintu masuk hingga keluar dari bandara," kata Karaismailoglu dalam televisi. Ia menambahkan bahwa enam bandara domestik telah memenuhi standar kebersihan dan keselamatan.

Penerbangan internasional diperkirakan dapat kembali beroperasi pekan depan.

Saham bandara dan maskapai Turki, termasuk Turkish Airlines, naik.

Tingkat lalu lintas melonjak di pusat komersial Istanbul, dengan banyak warga Turki kembali bekerja saat pemerintah berusaha menghidupkan kembali ekonomi yang terpukul oleh pandemi.

Karyawan kantor pemerintah dan fasilitas publik bergabung dengan pekerja pabrik yang mulai kembali bekerja bulan lalu.

Dengan memakai masker, para pemilik toko membuka dan membersihkan toko-toko mereka di Grand Bazaar, yang dilaporkan media sebagai salah satu tempat penyebaran virus pada Maret. Pasar yang menjadi destinasi wisata utama Istanbul itu ditutup lebih dari dua bulan.

Pemerintahan Presiden Turki Tayyip Erdogan secara perlahan telah mencabut beberapa pembatasan. Sementara itu, otoritas setempat menyatakan wabah telah dikendalikan.

Penyakit COVID-19 telah menyebabkan sedikitnya 4.500 meninggal dan menginfeksi lebih dari 160.000 orang di Turki, meskipun kasus harian dan kematian menurun drastis.

Taman, pusat kebugaran, pantai, perpustakaan, dan museum juga telah dibuka, termasuk di Istanbul, pusat penyebaran wabah di Turki.

Aktivitas ekonomi mulai menurun sejak Maret dan tidak jelas seberapa parah sektor pariwisata utama Turki akan menderita musim panas ini. Beberapa provinsi, termasuk Istanbul, masih dikenai penguncian setiap akhir pekan.


Sumber: Reuters
​​​​
Baca juga: Bayi 45 hari keluar ICU usai menjalani pengobatan COVID-19

Baca juga: Infeksi COVID-19 Turki jadi yang tertinggi di luar AS, Eropa

Baca juga: Produksi ribuan masker, PMI-Bulan Sabit Merah Turki bekerja sama


 

Jelang PSBB berakhir, Anies tinjau puskesmas

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar