Bertambah empat, positif COVID-19 di Kediri-Jatim naik 110 kasus

Bertambah empat,  positif COVID-19 di Kediri-Jatim naik 110 kasus

Warga menyelesaikan pembuatan ogoh-ogoh sebagai tahapan ritual perayaan Hari Raya Nyepi di Desa Sekaran, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (21/3/2020). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/pras.

Terdapat empat tambahan kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19. Saat ini, terdapat 110 kasus positif COVID-19 di Kabupaten Kediri
Kediri, Jatim (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID–19 Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengonfirmasi empat tambahan baru kasus positif COVID-19 dari kabupaten ini sehingga total kasus yang terkonfirmasi naik mencapai 110 orang.

"Terdapat empat tambahan kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19. Saat ini, terdapat 110 kasus positif COVID-19 di Kabupaten Kediri," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib di Kediri, Senin.

Ia menjelaskan bahwa empat kasus yang terkonfirmasi positif tersebut, yakni satu warga Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Ia kluster pabrik rokok di Tulungagung dan yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri.

Satu kasus masuk kluster Araya Tulungagung. Ia adalah warga Kecamatan Kras dan saat ini melakukan isolasi mandiri.

Dua orang merupakan kluster baru, warga Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Mereka saat ini juga masih melakukan isolasi mandiri.

Dengan tambahan empat kasus yang terkonfirmasi positif tersebut, kata dia, kluster pabrik rokok dari Tulungagung tetap mendominasi, dengan jumlah 38 orang.

Sedangkan kluster baru juga cukup banyak hingga 21 orang, namun ini masih dilakukan tracing (penelusuran) oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID–19 Kabupaten Kediri.

Dengan demikian, saat ini terdapat 110 kasus positif COVID-19 di Kabupaten Kediri, dengan rincian 93 orang dirawat, sembilan orang sudah dinyatakan sembuh dan delapan orang telah meninggal dunia.

Jumlah orang tanpa gejala (OTG) di Kabupaten Kediri mencapai 1.253, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 911, dan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 180 orang.

Pihaknya juga meminta agar masyarakat untuk waspada dan tidak panik. Masyarakat diajak untuk mematuhi arahan pemerintah dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, yakni dengan tidak bepergian bila tidak perlu.

Masyarakat juga wajib menggunakan masker bila keluar rumah, menghindari kerumunan, menghindari kontak fisik, termasuk berjabat tangan dan menjaga jarak. Warga juga diharapkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, demikian Ahmad Chotib.

Baca juga: Ada 16 tambahan, positif COVID-19 Kabupaten Kediri-Jatim naik 96

Baca juga: Satu warga Kabupaten Kediri positif COVID-19 dari klaster HM Sampoerna

Baca juga: Tulungagung konfirmasi lima pasien baru positif COVID-19

Baca juga: Gugus tugas COVID-19 Jatim tangani temuan di pabrik Sampoerna

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

WHO hentikan obat Malaria dalam uji coba COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar