Relawan Hijau bentuk gotong royong ketahanan pangan warga Yogyakarta

Relawan Hijau bentuk gotong royong ketahanan pangan warga Yogyakarta

Peluncuran Relawan Hijau di Kota Yogyakarta. ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati/am.

Sudah bisa panen. Sebagian dibagikan ke masyarakat dan sebagian lagi dijual
Yogyakarta (ANTARA) - Semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap warga di lingkungan sekitar selama terjadi pandemi COVID-19 di Kota Yogyakarta diwujudkan dalam bentuk Relawan Hijau yang bertugas untuk memastikan ketahanan pangan masyarakat.

“Dalam konteks pandemi COVID-19, Relawan Hijau ini adalah bentuk respon masyarakat Yogyakarta untuk saling gotong royong dan peduli. Basis dari Relawan Hijau ini bermacam-macam, mulai dari kampung sayur yang sudah ada di wilayah hingga kegiatan ekonomi serta gerakan masyarakat dan keagamaan,” kata Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi saat peluncuran Relawan Hijau di Yogyakarta, Rabu.

Untuk saat ini, terdapat enam kelurahan yang sudah memiliki Relawan Hijau. yaitu di Kelurahan Karangwaru, Wirogunan, Bausasran, Pandeyan, Kricak dan Rejowinangun.

Di Kelurahan Karangwaru, Relawan Hijau terbentuk dari gerakan sosial ekonomi warga RT 55 yang kemudian diwujudkan dalam bentuk koperasi hingga usaha minimarket.

Minimarket tersebut menjual berbagai sayur mayur maupun aneka produk yang dihasilkan oleh masyarakat di kampung tersebut. Selain itu, disiapkan juga bantuan bahan kebutuhan pokok bagi warga di kampung tersebut yang terdampak pandemi COVID-19 dan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Sedangkan Relawan Hijau yang terbentuk di Bausasran berangkat dari gerakan kampung sayur di wilayah tersebut. Berbagai produk sayur yang dihasilkan kemudian dijual atau didonasikan kepada warga yang membutuhkan.

Baca juga: Bertanam dinilai jadi solusi penghasilan di tengah pandemi

Baca juga: "Urban farming" dan ketahanan pangan


“Basis Relawan Hijau ini bermacam-macam, namun mereka memiliki semangat yang sama yaitu gotong royong untuk membantu warga yang sedang mengalami kesulitan di masa pandemi seperti saat ini,” katanya.

Meskipun demikian, Heroe berharap agar keberadaan Relawan Hijau tetap bisa dikembangkan di masa yang akan datang misalnya bekerja sama dengan bank sampah, kampung sayur, lele cendol, rumah pangan kita (RPK), e-warong dan kegiatan lain.

“Harapannya, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Ini juga menjadi bagian dari upaya kebangkitan Yogyakarta dari pandemi melalui konsep “dari Jogja untuk Jogja,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 55 Kelurahan Karangwaru Cahyo Tro Hastono mengatakan, sudah mampu memanen berbagai sayur yang kemudian dijual maupun disumbangkan ke warga yang membutuhkan.

“Sudah bisa panen terong, cabai, dan kacang panjang. Sebagian dibagikan ke masyarakat dan sebagian lagi dijual,” katanya yang mampu panen dua pekan sekali. Penjualan dilakukan melalui minimarket yang dikelola RT 55.

Warga yang diajak untuk mengelola koperasi, minimarket hingga tanaman sayur adalah warga usia produktif yang terdampak pandemi COVID-19.

Baca juga: Posko "Jogo Tonggo" Desa Gambasan Temanggung sediakan sembako gratis

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KRL Solo-Yogyakarta siap beroperasi Oktober

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar