BI prediksikan Solo masih deflasi pada Juni

BI prediksikan Solo masih deflasi pada Juni

Kepala BI Kantor Perwakilan Surakarta Bambang Pramono (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan. ANTARA/Aris Wasita

Pada bulan lalu Surakarta mengalami deflasi 0,20 persen
Solo (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) memprediksikan Kota Solo, Jawa Tengah, masih akan terjadi deflasi pada Juni 2020 seiring dengan perubahan pola konsumsi di kalangan masyarakat selama pandemi COVID-19.

"Pada bulan lalu Surakarta mengalami deflasi 0,20 persen. Ini deflasi tertinggi di Jawa Tengah, yang sebelumnya Tegal," kata Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Kantor Perwakilan Surakarta Bimala di Solo, Jateng, Jumat.

Baca juga: Jumlah penumpang pesawat melalui Solo turun

Ia mengatakan deflasi yang terjadi pada bulan lalu salah satunya dipengaruhi oleh melimpahnya stok bawang putih yang sebelumnya sempat tertahan karena dihentikannya keran impor.

"Selain bawang putih yang stoknya banyak, deflasi juga dipicu oleh melimpahnya telur ayam ras, cabai, dan minyak goreng," katanya.

Kepala BI Kantor Perwakilan Surakarta Bambang Pramono mengatakan meski memprediksikan kembali terjadi deflasi, pihaknya belum dapat memperkirakan angka deflasi tersebut.

"Kemungkinan deflasi kali ini nanti salah satunya disumbang oleh daging ayam ras dan angkutan udara. Kemarin kan sempat dibuka (angkutan udara) sehingga orang sudah mulai pergi ke luar," katanya.

Sementara itu, terkait dengan penurunan daya beli masyarakat tidak lepas dari lumpuhnya sebagian sektor usaha akibat pandemi COVID-19. Ia mengatakan banyaknya karyawan yang dirumahkan bahkan di-PHK berdampak ada penurunan daya beli masyarakat.

"Solo ini kan MICE city, akibat kondisi (pandemi COVID-19) ini, permintaan berkurang, apalagi perdagangan biasanya antardaerah. Pada dasarnya inflasi di Solo sangat banyak dipengaruhi oleh permintaan," katanya.

Meski demikian, pihaknya berharap bantuan sosial yang disalurkan oleh pemerintah bisa menjadi pendorong daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi masih sesuai prediksi.

"Sepanjang tidak ada gangguan panen maka tidak apa-apa. Sejauh ini masih cukup untuk pertumbuhan ekonomi nasional 3,5 +/-1 persen," katanya.

Baca juga: Batasi kapasitas terminal, Bandara Adi Soemarmo sambut normal baru
Baca juga: Pemprov Jateng gelar operasi pasar gula pasir

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

4 rumah sakit di Bali mulai berlakukan sistem nontunai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar