Masyarakat diharapkan beradaptasi dengan teknologi era normal baru

Masyarakat diharapkan beradaptasi dengan teknologi era normal baru

Ilustrasi - Petani memperlihatkan telepon seluler yang berisi aplikasi Pertanian Modern 4.0 teknologi RiTx Soil & Weather Sensor (sensor tanah dan cuaca) di Besuki, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (13/11/2019). ANTARA FOTO/Seno/ama.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Indonesian Michigan State University (MSU) Alumni Association Satya Hangga Yudha Widya Putra mengharapkan masyarakat mulai beradaptasi dengan teknologi dalam mendukung kegiatan sehari-hari.

"Mau tidak mau, masyarakat harus beradaptasi dengan teknologi pada era normal baru ini. Kegiatan sehari-hari seperti berbelanja, transaksi perbankan, berwisata, bertransportasi, dan lainnya kini semua memanfaatkan teknologi atau iptek," katanya dalam rilis di Jakarta, Minggu.

Hangga juga mengharapkan masyarakat mulai berpikir secara kreatif dan inovatif, meningkatkan kepedulian sesama, dan selalu menjaga kondisi, kesehatan serta kebersihan selama masa normal baru.

Hal tersebut disampaikan Hangga saat menjadi pembicara kunci dalam program International Questions and Answers (International Q and A) bertajuk "What People Do in a New Normal 2020 (COVID-19)?".


Baca juga: Ilham Habibie: UMKM wajib kuasai teknologi digital di era normal baru

Baca juga: Menristek: 10 tren baru teknologi selama normal baru


Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Balai Uji Standar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Indonesian MSU Alumni Association.

Tema yang diangkat adalah mendukung program Pemerintah Indonesia dalam pencegahan penularan dan penanggulangan COVID-19 serta menyebarkan pesan positif kepada masyarakat dalam menyiapkan pola pikir dan sikap masyarakat dalam menghadapi era normal baru.

Program yang digagas Kepala BUSKIPM Woro Nur Endang Sariati ini rutin diselenggarakan setiap minggu sebagai sarana interaktif bagi publik untuk bertanya apapun terkait tema.

Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati International Public Service Day 2020 dan Pekan Pelayanan Publik Bulan Mutu Karantina 2020.

Hangga menambahkan pandemi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi sektor lain di antaranya ekonomi.

"Pandemi berpotensi memicu krisis ekonomi dunia dan untuk Indonesia diprediksi membuat deviasi terhadap target pembangunan pemerintah, terutama pertumbuhan ekonomi yang melambat dari estimasi awal," ujarnya.


Baca juga: KKP: Era normal baru akan dongkrak permintaan ekspor perikanan


BUSKIPM merupakan unit di bawah Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, yang bertugas menjalankan pengujian laboratorium terhadap hasil perikanan yang akan dikonsumsi masyarakat termasuk pengujian status kesehatan ikan.

Selama masa pandemi ini BKIPM juga memberikan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi COVID-19 melalui pemeriksaan implementasi sanitasi dan higienitas pengolahan produk perikanan untuk memastikan bahwa produk konsumsi masyarakat dalam kondisi aman.

Selain itu, segenap komponen BKIPM juga melaksanakan program peningkatan kesadaran masyarakat untuk pencegahan COVID-19 melalui berbagai program di antaranya forum kesadaran publik secara daring, pemberian bantuan bahan kebutuhan sehari-hari, dan produk perikanan selama masa karantina COVID-19.


Baca juga: Pelaku kuliner didorong cepat beradaptasi pada masa normal baru

Baca juga: Normal baru, peluang bagi UMKM "go digital"


 

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menteri KP: saatnya isi zona ekonomi eksklusif dengan nelayan Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar