Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum memulai rapat di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin, menyinggung masalah pemberitaan di media massa yang lebih dikuasai oleh permasalahan kasus hukum Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dibanding acara Temu Nasional (National Summit) 2009.

Padahal, menurut Presiden, Temu Nasional 2009 adalah acara sangat penting untuk program seratus hari pemerintah dan lima tahun mendatang.

"Meskipun pemberitaan `national summit` tertutup berita yang lain seputar penahanan pimpinan KPK non aktif yang jadi perhatian publik, namun saya, wapres, dan pemerintah terus mengelola permasalahan itu dengan tepat," tutur Presiden.

Dalam rapat yang dihadiri Wakil Presiden Boediono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, dan Menteri Perindustrian yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (kadin) MS Hidayat, Presiden menyampaikan, meski kalah dalam pemberitaan, hasil Temu Nasional 2009 tetap harus sungguh-sungguh dilaksanakan.

"Meskipun berita kalah dengan yang lain, tapi itu harus dilakukan sungguh-sungguh untuk program 100 hari dan program lima tahun mendatang," ujarnya.

Temu Nasional 2009 berlangsung pada 29-30 Oktober 2009 yang dihadiri oleh kepala daerah seluruh Indonesia, Kepala Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan para pelaku usaha tergabung dalam KADIN.

Temu Nasional 2009 dimaksudkan menghasilkan rekomendasi dalam bidang ekonomi, politik, hukum dan keamanan (polhukam) dan kesejahteraan rakyat, yang diserahkan kepada Presiden sebagai kerangka program kerja pemerintah selama lima tahun mendatang.

Hasil rekomendasi Temu Nasional 2009 yang diserahkan oleh tiga menteri koordinator kepada Presiden pada Senin, menurut Presiden, akan dibahas dalam forum lebih luas sidang kabinet agar dapat dibicarakan dalam program sektoral masing-masing departemen. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009