KLHK salurkan 50.000 bibit pohon untuk penghijauan Unilak saat wabah

KLHK salurkan 50.000 bibit pohon untuk penghijauan Unilak saat wabah

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Indragiri Rokan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPDASHL KLHK), menyalurkan bantuan sekitar 50 ribu bibit tanaman kehutanan dan tanaman produktif untuk penghijauan di Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau pada masa pandemi COVID-19, di Pekanbaru, Selasa.  (ANTARA/HO-Humas Unilak)

Kami memang ingin menata kembali kawasan kampus untuk menjadi lebih asri dan lebih produktif
Pekanbaru (ANTARA) - Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Indragiri Rokan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPDASHL KLHK), menyalurkan bantuan sekitar 50 ribu bibit tanaman kehutanan dan tanaman produktif untuk penghijauan di Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau pada masa pandemi COVID-19.

"Alhamdulillah kami berterima kasih pada BPDASHL Indragiri Rokan KLHK, yang siap mensuport bibit tanaman kehutanan dan tanaman produktif sebanyak 50 ribu batang untuk menghijaukan kampus Unilak. Kami memang ingin menata kembali kawasan kampus untuk menjadi lebih asri dan lebih produktif, sehingga bisa memberi manfaat tidak sekedar penghijauan tapi juga bernilai ekonomi," kata Rektor Unilak, Dr.Junaidi di Pekanbaru, Selasa.

Junaidi mengatakan hal tersebut usai pertemuan Tenaga Ahli Menteri LHK, Kepala BKSDA Provinsi Riau, Dekan Fahutan Unilak, jajaran KLHK dan beberapa perwakilan Dosen Unilak lainnya.

Ia mengatakan Unilak akan menggunakan bibit pohon bantuan KLHK tersebut untuk segera melaksanakan kegiatan penghijauan di dalam kawasan kampus.

Dari hasil pertemuan tersebut juga disepakati melanjutkan kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) untuk pilot project membentuk Hutan Mahasiswa di lingkungan kampus Unilak.

Selain itu juga dibahas kelanjutan pemanfaatan KHDTK Hutan Pendidikan yang telah diserahkan KLHK ke Universitas Lancang Kuning.

Baca juga: KLHK optimistis penurunan emisi tercapai jika gambut tidak terbakar

Baca juga: Menteri LHK: Kampung Tangguh Nusantara ideal untuk pengendalian perubahan iklim


"Kami juga mengucapkan terimakasih atas dukungan BKSDA Riau untuk pengelolaan satwa liar yang ada di lingkungan Unilak, dan kelanjutan dukungan KHDTK Hutan Pendidikan. Ini kolaborasi yang sangat konstruktif untuk mewujudkan Unilak unggul 2030," kata Junaidi.

Kepala BPDASHL Indragiri Rokan, Tri Esti Indrarwati mengatakan pihaknya akan segera menurunkan tim ke Unilak untuk melihat lokasi tanam, sekaligus menyesuaikan jenis bibit tanaman yang cocok tumbuh di kawasan kampus.

"Selain memberikan dukungan 50 ribu bibit pohon, kami juga akan memberikan dukungan teknis lainnya. Selain tanaman kehutanan, nanti juga akan ada tanaman buah-buahan produktif untuk ditanam di sekitar kawasan kampus," kata Esti.

Sementara itu Kepala BKSDA Riau, Suharyono mengatakan pihaknya juga akan mempelajari perihal satwa liar yang ada di lingkungan Unilak. Ada beberapa opsi yang ditawarkan kepada pihak kampus, untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

"Nanti kami akan turunkan tim khusus untuk melihat kondisi di lapangan, terutama untuk mencari solusi terbaik bagi keberadaan satwa di dalam kawasan kampus," katanya.

Usai pertemuan dilakukan kunjungan ke lokasi persemaian bibit milik BPDASHL Indragiri Rokan yang terletak di SKMA Kehutanan, Panam, Pekanbaru. Di lokasi ini masyarakat dapat memperoleh 25 bibit gratis hanya dengan menunjukkan satu KTP. Berbagai jenis bibit yang disediakan diantaranya bibit durian, nangka, matoa, petai, jengkol, sirsak, gaharu, dan berbagai jenis lainnya. 

Baca juga: KLHK dorong peran kementerian lain dalam penegakan hukum karhutla

Baca juga: Dirjen Gakkum KLHK pertimbangkan audit kepatuhan cegah karhutla


Pewarta: FB Anggoro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wamen LHK: realisasi Padat Karya Penanaman Mangrove sudah 65%

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar