Pihak Kedubes Belanda tak akan dampingi Maria Lumowa dalam pemeriksaan

Pihak Kedubes Belanda tak akan dampingi Maria Lumowa dalam pemeriksaan

Tersangka Maria Pauline Lumowa dihadirkan saat rilis kasus pembobolan kas Bank BNI di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bareskrim Polri akan menerapkan pasal tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang terhadap tersangka kasus pembobolan kas Bank BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif, Maria Pauline Lumowa. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

Jakarta (ANTARA) - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa pihak Kedutaan Besar Belanda tidak akan mendampingi tersangka Maria Pauline Lumowa dalam pemeriksaan kasus pembobolan kas Bank BNI senilai Rp1,2 triliun.

Namun demikian Kedubes Belanda menyiapkan sejumlah nama pengacara untuk dipilih mendampingi Maria Pauline selama pemeriksaan di Bareskrim Polri.

"Penyidik sudah surati Kedubes Belanda. Jawaban Kedubes tidak akan mendampingi Maria tapi menyiapkan nama lawyer. Silakan dipilih yang mana akan ditunjuk," kata Irjen Argo di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis.

Dalam kasus ini, penyidik Bareskrim telah memeriksa sebanyak 14 saksi.

"14 saksi sudah diperiksa, termasuk saksi yang sedang menjalani hukuman, yang sudah bebas," imbuhnya.

Sejauh ini, penyidik telah menyita aset-aset milik tersangka Maria Pauline senilai Rp132 miliar. Pencarian dan penyitaan aset dilakukan selama Maria Pauline kabur ke luar negeri.

Penyidik berusaha menangani dan menuntaskan kasus ini sesegera mungkin mengingat kasus akan dinyatakan kedaluwarsa pada Oktober 2021.

Baca juga: Polisi juga bakal terapkan pasal TPPU terhadap Maria Pauline Lumowa

Dalam kasus pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif, polisi menetapkan 16 orang sebagai tersangka termasuk Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai Rp1,2 triliun kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor.

Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Dalam kasus ini, Adrian dan 14 orang lainnya telah menjalani hukuman.

Sementara Maria Pauline kabur ke luar negeri selama 17 tahun.

Baca juga: Bareskrim periksa saksi lacak aset dan aliran dana ke Maria Pauline

Baca juga: Pemeriksaan lanjutan Polri tunggu pengacara Maria Pauline Lumowa

Baca juga: Tangani kasus Maria Pauline Lumowa Bareskrim akan koordinasi Kejagung

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Akhir pelarian Maria Pauline Lumowa yang membobol Bank BNI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar