Tasikmalaya (ANTARA News) - Satu dari 14 batang jamur raksasa yang tumbuh di Dusun Batunungul, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, hilang pada Minggu (15/11) lalu.

Salah seorang penjaga jamur raksasa, Engkus, kepada wartawan pada Rabu mengatakan, hilangnya sebatang jamur yang berdiameter 50 cm itu diketahuinya pada Selasa pagi (17/11).

"Ketika saya cek jamur yang berada dibawah tumpukan antara jamur lainnya sudah hilang," katanya.

Ia menyangka jamur tersebut hilang oleh segelintir orang yang ingin memiliki jamur raksasa yang dinilai langka dan unik tumbuh di antara semak tepi jalan warga.

Jamur raksasa berwarna putih bersih yang kali pertama tumbuh di Kota Tasikmalaya, kata Engkus, telah menarik perhatian warga setempat maupun dari luar daerah.

Menurut Engkus hilangnya satu batang jamur raksasa diperkirakan terjadi pada Senin malam ketika warga yang berinisiatif menjaga jamur tengah tertidur.

"Mungkin hilangnya jamur ketika warga sini yang berjaga secara bergantian sedang tertidur," katanya.

Namun mengetahui peristiwa hilangnya satu batang jamur raksasa warga setempat meningkatkan kewaspadaan agar tidak kembali lagi terjadi dengan menyiagakan beberapa orang setiap jam jaga malam.

Dijaganya jamur raksasa karena warga menilai sesuatu tumbuhan yang langka dan berharga sehingga perlu perawatan secara khusus agar jamur tersebut tidak rusak dan layu.

Kata Engkus perawatan dilakukan dengan memasang terpal di atas jamur untuk menghindari curahan air hujan yang dikhawatirkan dapat merusak bagian atas jamur.

"Warga disini menjaganya dengan hati-hati bahkan warga yang ingin melihat tidak boleh menyentuhnya," katanya.

Sementara itu sekretaris dinas pertanian dan peternakan kota Tasikmalaya, Us Taufik mengatakan jamur yang tumbuh besar tersebut akan dilakukan penelitian dengan melibatkan ahli tanaman dan tumbuhan.

Ia mengatakan jamur raksasa itu merupakan peristiwa yang kali pertama terjadi sepanjang sejarah kota Tasikmalaya.

"Dalam catatan dinas pertanian tidak pernah terjadi tumbuh jamur sebesar itu, makanya perlu dilakukan penelitian," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keberadaan tumbuhan jamur yang tumbuh besar untuk memperlancar proses penelitian.

Ia berharap keberadaan jamur tersebut tetap utuh tidak mengalami kerusakan pada jamur, kecuali kerusakan secara alamiah.

"Jika tumbuhnya lama akan dilakukan penelitian tapi kalau sudah layu, minimal kita sudah mendokumentasikan bahwa jamur raksasa pernah tumbuh disini," katanya.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009