Emas terus menguat, naik lagi 13,6 dolar jelang pertemuan Fed AS

Emas terus menguat, naik lagi 13,6 dolar jelang pertemuan Fed AS

harga emas naik (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo) (Antaranews.com) (Antaranews.com/)

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik lagi 13,6 dolar AS atau 0,7 persen menjadi ditutup pada 1.944,6 dolar AS per ounce.
Chicago (ANTARA) - Emas melanjutkan tren penguatan, naik lagi ke rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ketika pembuat kebijakan Federal Reserve AS memulai pertemuan yang diperkirakan akan memberikan lebih banyak stimulus moneter untuk mendukung ekonomi Amerika yang tercabik virus corona.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik lagi 13,6 dolar AS atau 0,7 persen menjadi ditutup pada 1.944,6 dolar AS per ounce. Emas berjangka berhasil menembus level psikologis 1.900 dolar AS, melonjak 33,5 dolar AS atau 1,77 persen menjadi 1.931 dolar AS pada Senin (27/7/2020).

Emas berjangka juga naik 7,5 dolar AS atau 0,4 persen menjadi 1.897,5 dolar AS pada Jumat (24/7/2020), setelah terangkat 24,9 dolar AS atau 1,34 persen menjadi1.890 dolar AS pada Kamis (23/7/2020), dan menguat dua hari sebelumnya masing-masing 21,2 dolar AS dan 26,5 dolar AS.

Baca juga: Harga emas tembus level psikologis 1.900 dolar, capai rekor tertinggi

Di pasar spot emas sempat melonjak ke rekor tertinggi 1.980,57 dolar AS, tetapi harga mundur kembali sebanyak 3,7 persen karena investor melakukan aksi ambil untung dan dolar bangkit kembali.

"Ketika Anda mendapatkan momentum kuat masuk, Anda mendapatkan banyak spekulan yang ingin menghasilkan keuntungan cepat," kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS.

"Tidak ada yang berubah sama sekali secara fundamental, defisit dan suku bunga yang lebih rendah memicu inflasi masih akan ada di sini, jadi tidak ada alasan untuk tidak memiliki emas, sungguh."

Baca juga: Harga emas Antam tembus Rp1.022.000 per gram

Investor sekarang menunggu hasil pertemuan kebijakan dua hari The Fed pada Rabu waktu setempat setelah bank sentral AS mengumumkan perpanjangan beberapa fasilitas pinjaman hingga akhir tahun.

Saham-saham jatuh ketika paket bantuan satu triliun dolar AS diumumkan oleh Senat AS yang dikuasai Partai Republik yang menghadapi penentangan dari keduanya, Demokrat dan Republik.

Ambiguitas undang-undang triliunan dolar tentu saja positif untuk emas karena menunjukkan bahwa The Fed harus mengambil langkah-langkah yang lebih akomodatif untuk mendukung perekonomian, kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Baca juga: Bursa saham Australia tergelincir karena laju harga emas terhenti

Harga emas diperkirakan akan naik ke 2.300 dolar AS per troy ounce selama 12 bulan ke depan, kata Goldman Sachs, menambahkan bahwa kekhawatiran seputar umur panjang dolar AS sebagai mata uang cadangan telah mulai muncul.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, memantul dari terendah dua tahun pada Selasa (28/7/2020) tetapi tampak cenderung melemah lebih lanjut di tengah melonjaknya kasus virus corona AS.

Sebuah laporan yang dirilis Selasa (28/7/2020) oleh Conference Board yang berbasis di AS menunjukkan kepercayaan konsumen turun menjadi 92,6 pada Juli dari revisi 98,3 pada Juni, menunjukkan bahwa ekonomi AS mungkin memiliki jalan yang lebih panjang menuju pemulihan daripada yang diperkirakan ketika konsumen kehilangan kepercayaan pada pasar tenaga kerja dan ekonomi secara keseluruhan.

Hubungan yang tegang antara Amerika Serikat dan China juga mendukung emas.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Harga emas turun, namun naik bulan depan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar