LPBI NU Bangil Pasuruan bantu belajar daring anak warga kurang mampu

LPBI NU Bangil Pasuruan bantu belajar daring anak warga kurang mampu

Kegiatan belajar Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. (LPBI NU)

Minimnya akses menjadi kendala dalam mengikutsertakan pendidikan bagi anak secara daring
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, menginisiasi adanya Rumah Belajar Online untuk mengurangi dampak pandemi dalam dunia pendidikan bagi anak dari warga kurang mampu.

Ketua LPBI NU Bangil Yoyok Wachyudi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan terdapat banyak warga kurang mampu dan sulit mengakses belajar daring.

“Minimnya akses menjadi kendala yang luar biasa dalam mengikutsertakan pendidikan bagi anak-anaknya secara daring,” kata dia.

Baca juga: Muhaimin minta Nadiem ajak ormas buat pendidikan alternatif di desa

Baca juga: Kemendikbud: Dana BOS bisa digunakan untuk tes cepat COVID-19


Untuk itu, dia mengatakan LPBI NU Bangil mendirikan rumah belajar daring di Dusun Satak Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil.

“Ini bisa membantu warga sekitar, terutama anak-anak dalam melanjutkan belajar daring dari sekolah masing-masing menggunakan fasilitas secara gratis seperti smartphone, laptop, jaringan internet, tempat belajar dan APD,” katanya.

Selain memfasilitasi anak-anak tetap belajar daring dari sekolah, dia mengatakan relawan LPBI NU Bangil juga memberikan bimbingan belajar tambahan di luar jam sekolah untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Baca juga: Kemendikbud: Siswa terinfeksi COVID-19 bukan karena pembukaan sekolah

Baca juga: Disdikbud Bengkayang tinjau pembelajaran di perbatasan RI-Malaysia


Sekolah rintisan LPBI NU Bangil itu, kata dia, memang baru bisa mengakomodasi kepentingan anak-anak dalam jumlah kecil karena keterbatasan ruangan, alat bantu pendidikan daring dan lain-lain.

Akan tetapi, lanjut dia, kegiatan itu bisa meringankan keluarga yang memiliki keterbatasan dalam memfasilitasi kegiatan belajar anak-anak mereka selama pandemi.

“Anak-anak pun mulai terbiasa dengan adaptasi tatanan baru. Karena setiap sebelum dan setelah digunakan belajar, Rumah Belajar Online selalu disterilisasi sesuai standar protokol kesehatan,” katanya.

Baca juga: Guru kontrak di Bengkayang Kalbar terkonfirmasi positif COVID-19

Baca juga: LPBI-NU bantu modal usaha perempuan korban bencana Sulteng


Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wapres buka Konferensi Besar NU ke-34

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar