Manado (ANTARA News) - Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengatakan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berada di jalur cepat pembangunan seiring dengan pertumbuhan ekonomi meningkat setiap tahun.

"Proses pembangunan di Sulut berhasil secara signifikan, seiring dengan keunggulan geografis dan potensi sumber daya alam yang ada," kata Wapres, saat menghadiri perayaan ibadah Natal bersama jajaran Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut dan tokoh agama, di Guest House Gubernuran Sulut, di Manado, Senin.

Wapres mengemukakan, sektor pariwisata dan perikanan yang menjadi unggulan utama pertumbuhan ekonomi di Sulut terus dibuktikan sehingga tidak ada salahnya jika tidak dioptimalkan dengan baik.

Menurut Boediono, laju pertumbuhan ekonomi di Sulut di atas rata-rata nasional, seperti tahun 2004 lalu hanya 4,9 persen dan tahun 2009 mencapai 8,7 persen merupakan indikator keberhasilan sektor ekonomi di daerah.

"Laju pertumbuhan ekonomi harus dipertahankan terus, sehingga bisa meningkatkan daya gerak pembangunan dan kesejahteraan rakyat," katanya.

Pada pesan Natal itu, Wapres mengharapkan selalu ada kedamaian dan kebersamaan yang dibangun oleh umat Kristiani, terutama untuk kemajuan bangsa Indonesia.

"Provinsi Sulut sudah lama dikenal sebagai daerah yang damai dan rukun, sekaligus pelopor kebersamaan bagi daerah-daerah lain di Indonesia," katanya.

Gubernur Sulut SH Sarundajang mengatakan, kemajuan pembangunan di daerah tidak lepas dari peran pemerintah pusat, termasuk suksesnya menggelar World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit pada Mei 2009.

"Pasca kegiatan internasional di Sulut, potensi daerah kita semakin dikenal dunia dengan diliriknya daerah itu sebagai daerah tujuan wisata, investasi dan sebagainya," katanya.

Turut hadir pada perayaan Natal itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhamad, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, Gubernur Sulut SH Sarundajang, Bupati dan Walikota se Sulut serta jajaran pejabat dilingkungan Pemprov Sulut.

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009