Sekjen Kominfo: Pemahaman literasi digital cegah perundungan siber

Sekjen Kominfo: Pemahaman literasi digital cegah perundungan siber

Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti, ditemui usai peluncuran program “Literasi Privasi dan Keamanan Digital” di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (18/11/2019). (ANTARA/Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika menilai bahwa memberikan pemahaman literasi digital sangat penting guna menahan generasi muda melakukan perundungan siber.

“Pemahaman literasi digital sangatlah penting untuk menekan angka perundungan siber dan mendorong generasi muda untuk nyaman berkreasi di dunia digital," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Niken Widiastuti, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kominfo kemudian mengajak generasi muda untuk ikut menciptakan Indonesia Maju dengan menjadi warga digital yang bijak dan mengapresiasi kreativitas di platform digital.

Sejalan dengan hal itu, aplikasi distribusi video singkat TikTok mendukung program Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam memberikan pemahaman literasi digital.

Baca juga: Kominfo harap masyarakat sadar lindungi data pribadi

Baca juga: Kominfo bentuk "Desk Karhutla" gencarkan edukasi cegah kebakaran hutan


TikTok ikut serta dalam serangkaian kegiatan, termasuk program #SiBerani untuk melawan perundungan siber, juga acara bincang bersama Menteri Johnny G. Plate bertajuk #BerkreasiDiMedsos di aplikasi TikTok yang didukung oleh SiBerkreasi untuk untuk membahas berbagai tantangan literasi digital.

Generasi muda dapat ikut serta dalam tantangan di aplikasi TikTok dengan tagar #SiBerani dengan mengunggah video yang menyemangati pengguna lain yang pernah mengalami perundungan siber ataupun mengingatkan untuk tidak menjadi perundung siber.

“Salah satu komitmen TikTok adalah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna dalam mengungkapkan kreativitasnya di aplikasi," kata Head of Public Policy, TikTok Indonesia, Malaysia, dan Filipina, Donny Eryastha.

“Karena itu kami mendukung penuh program pemerintah dalam membantu terwujudnya lingkungan internet yang aman dan nyaman bagi semuanya, termasuk pengguna TikTok,” dia menambahkan.

Selain program #SiBerani, Kominfo juga mengadakan acara bincang di aplikasi TikTok berjudul #BerkreasiDiMedsos bersama SiBerkreasi, gerakan nasional untuk menanggulangi penyebaran konten negatif melalui internet seperti hoax, cyberbullying dan online radicalism, untuk mengangkat pentingnya literasi digital terutama dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Acara #BerkreasiDiMedsos dapat disaksikan melalui akun resmi Kominfo di TikTok, @kemkominfo dan akun Siberkreasi @siberkreasi.id dalam waktu dekat.

Baca juga: Pemerintah menerbitkan empat seri prangko terbaru

Baca juga: Tetap semangat & optimistis, pesan Sekjen Kominfo untuk anak Indonesia

Baca juga: Kominfo catat 1.028 hoaks tentang COVID-19


Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kompak, petugas medis dan pasien COVID-19 joget Tik Tok

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar