Polisi selidiki perampokan mesin ATM di Kota Malang

Polisi selidiki perampokan mesin ATM di Kota Malang

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata. (ANTARA/Vicki Febrianto)

Kita akan lakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan melibatkan Labfor Polda Jatim, untuk mengetahui jenis daripada senjata, dan amunisi yang digunakan
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota tengah melakukan penyelidikan terkait percobaan perampokan di salah satu mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), yang ada di Jalan Kawi Kota Malang, Jawa Timur.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan alat-alat bukti, termasuk keterangan saksi yang ada di sekitar lokasi. Selain itu, polisi juga mengamankan satu proyektil peluru.

"Kita akan lakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan melibatkan Labfor Polda Jatim, untuk mengetahui jenis daripada senjata, dan amunisi yang digunakan," kata Leonardus, di Kota Malang, Selasa.

Leonardus yang kerap disapa Leo itu menjelaskan, selain akan melakukan olah TKP bersama Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur tersebut, pihaknya juga akan mengecek rekaman closed Ccrcuit television (CCTV) di lokasi kejadian.

Menurut Leo, dugaan awal, pelaku berjumlah dua orang dan beraksi menggunakan sepeda motor. Pelaku sempat mengeluarkan tembakan sebanyak tiga kali, dan menyebabkan bilik kaca mesin ATM pecah, namun tidak ada korban jiwa.

"Pelaku sempat menembakkan senjatanya tiga kali, dua kali ke arah ATM, satu kali ke arah satpam," ungkap Leo.

Baca juga: Mesin ATM di Jalan Kawi Kota Malang jadi incaran perampok

Peristiwa percobaan perampokan mesin ATM tersebut bermula pada saat petugas akan melakukan perbaikan mesin ATM yang ada di Jalan Kawi itu. Saat itu, ada dua orang petugas, yakni seorang teknisi dan seorang satpam yang datang ke lokasi.

Pada saat teknisi sedang melakukan perbaikan, dan diawasi oleh petugas satpam dari luar bilik ATM, pelaku datang dan melakukan upaya perampokan. Namun, upaya perampokan tersebut gagal dan tidak ada korban jiwa, meskipun ada tiga kali tembakan yang dilaporkan.

Dalam prosedur standard perbaikan mesin ATM, memang tidak dilakukan pengawalan oleh pihak kepolisian. Hal itu berbeda ketika petugas tengah mengisi atau mengambil uang dari ATM, harus dikawal oleh petugas kepolisian.

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pacu pelaku UMKM dengan kreasi dan diversifikasi pangan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar