Kuala Lumpur (ANTARA News) - KBRI Kuala Lumpur sudah memberikan kabar kematian Nurul Aida, pembantu asal Sumatera Utara, yang diduga akibat kekerasan majikannya, kepada abangnya Suhelmi, dan akan segera mengantarkan jenasahnya setelah mendapatkan ijin dari kepolisian Malaysia.

"Kami sudah memberikan kabar bahwa Nurul Aida telah meninggal kepada abangnya Suhelmi di Bogak, kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Diberitahukan juga bahwa kepolisian Malaysia sedang mengusut kasus ini," kata Widyarka Ryananta, minister counsellor Pensosbud (penerangan sosial budaya) KBRI Kuala Lumpur, Minggu.

Hingga kini, kepolisan Malaysia telah menahan enam orang, tiga di antaranya adalah kedua majikan Nurul yakni Krishnan (suami) dan Lechumi (istri) serta seorang anaknya. Tiga warga Malaysia lainnya ialah Too, agensi pemasok pembantu, dan dua kawannya.

Rumah majikan Nurul juga sudah diberikan "police line" atau batas pengamanan sebagai lokasi kejadian atau perkara. "Polisi mencurigai kematian itu akibat penyiksaan karena ada tanda-tanda penyiksaan berupa bengkak di badan akibat benturan benda tumpul. Polisi Malaysia akan mengenakan pasal pembunuhan kepada tersangka," katanya.

Berdasarkan keterangan agensinya Too, Nurul Aidah memiliki paspor keluaran Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara 23 Januari 2009. Ia masuk Malaysia 1 Februari 2009 sebagai turis (pelancong). Seharusnya, Nurul keluar Malaysia 28 Maret 2009 jadi status dia adalah pendatang ilegal karena "over stay".

Oleh Too, Nurul diberikan kepada Krishnan sebagai pekerja kedai makannya.

Kematian Nurul Aida berawal dari dua warga Malaysia etnis China dan etnis Melayu datang membawa Nurul Aida di dalam bagasi mobil ke KBRI, Kami malam (21/1). Saat tiba di KBRI, Nurul Aida sudah meninggal dunia.

Setelah diterima oleh petugas piket KBRI dan konsultasi dengan kepolisian, ketiga warga Malaysia tersebut diminta membawa mayat Nurul Aida ke rumah sakit Kuala Lumpur untuk diautopsi dilaporkan kepada kepolisian yang punya kantor di rumah sakit tersebut.

Salah satu dari tiga warga Malaysia (ketiganya wanita) ternyata seorang agensi pemasok pembantu asing di Melaka bernama Too.

Setelah dilakukan autopsi dan interogasi, kepolisian Malaysia kemudian menahan kedua majikan Nurul dan juga anaknya untuk membantu penyidikan.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010