BPUI akan bentuk perusahaan asuransi baru selamatkan Jiwasraya

BPUI akan bentuk perusahaan asuransi baru selamatkan Jiwasraya

Logo PT Asuransi Jiwasraya (Persero). ANTARA

Awalnya, namanya Nusantara Life, tetapi berubah menjadi IFG Life
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan induk (holding) asuransi dan penjaminan BUMN, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI akan membentuk perusahaan asuransi jiwa baru, yakni IFG Life, sebagai upaya menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Asuransi jiwa ini nantinya akan mencoba atau menyelamatkan pemegang-pemegang polis yang direstrukturisasi dari Asuransi Jiwasraya. Awalnya namanya Nusantara Life, tetapi berubah menjadi IFG Life," ujar Direktur Utama BPUI Robertus Billitea di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Restrukturisasi dinilai cara paling efisien atasi persoalan Jiwasraya
Baca juga: PPATK ungkap indikasi "fraud" dalam kerugian Jiwasraya


Ia menyampaikan terdapat tiga opsi penyelamatan Asuransi Jiwasraya yakni bail out; restrukturisasi, transfer, dan bail in; serta dibubarkan.

"Dari tiga opsi itu, kami diskusikan dalam tim kami memutuskan untuk menyelamatkan dan memberikan perlindungan para pemegang polis lewat restrukturisasi karena jauh lebih memberikan manfaat," kata Robertus dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terdapat tiga skenario untuk menampung polis-polis hasil restrukturisasi dari Jiwasraya ke IFG Life.

Pertama, pemindahan polis tanpa restrukturisasi.

Kedua, memberlakukan 100 persen restrukturisasi polis dengan haircut sekitar 20 persen. ketiga, skenario 100 persen restrukturisasi polis dengan haircut sekitar 40 persen.

"Dari pembahasan bersama dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN dipilih skenario ketiga. Sumber dananya sebagian dari PMN," paparnya.

Pada skenario pertama, ia memaparkan, jika tidak melakukan restrukturisasi maka seluruh equity gap sebesar Rp50,9 triliun akan berpindah ke IFG Life ditambah biaya persiapan (set up) sebesar Rp510 miliar.

Skenario kedua, equity gap menjadi Rp33,5 triliun. Namun terdapat pengurangan manfaat bagi nasabah sekitar 20 persen.

Dan, skenario ketiga, equity gap menjadi Rp24,2 triliun, dengan pengurangan manfaat bagi nasabah sebesar 40 persen. Dengan demikian kebutuhan dana pembentukan IFG Life menjadi Rp24,7 triliun.

"Kalau kita lihat dari dana yang dibutuhkan Rp24,7 triliun itu, sebesar Rp20 triliun dari PMN, sisanya Rp4,7 triliun nanti akan dari BPUI atau anggota holding," katanya.

Pemerintah diketahui telah menetapkan mekanisme restrukturisasi Jiwasraya dengan menyediakan PMN melalui BPUI sebagai induk asuransi dan penjaminan.

Pemberian PMN kepada BPUI sudah tercantum Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021, dengan suntikan modal sebesar Rp20 triliun.

Baca juga: Ekonom: PMN Rp20 triliun belum cukup selamatkan Jiwasraya

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kasus Jiwasraya, Kejagung pastikan satu pejabat OJK sebagai tersangka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar