Bogor (ANTARA News) - Tim SAR tengah mengupayakan enam mahasiswa pecinta alam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang tersesat di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, bisa dievakuasi hari ini juga.

"Alhamdulillah, cuaca cerah dan mendukung kita untuk melakukan evakuasi," kata Sekretaris taruna siaga bencana (Tagana) Kabupaten Bogor, Suhandri, kepada ANTARA.

Cuaca cerah akan sangat mendukung upaya evakuasi, namun Suhandri tidak bisa memastikan hal itu berlangsung sepanjang hari karena cuaca bisa dengan cepat berubah.

Sejak Minggu pagi pukul 06.00 WIB, Tim SAR gabungan dari Tagana Kabupaten Bogor, Mapala UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, dan Mapala UIKA Bogor sudah bergerak dibagi dalam tiga tim terpisah.

"Ada 15 orang yang dibagi menjadi tiga tim, dan mulai bergerak dari kaki Curuk Nangka menuju Salak II tempat tim rescue pertama menemukan mahasiswa, dan yang lainnya juga menyisir dari Curuk Nangka menuju tempat enam mahasiswa, titik temu nantinya di Salak II," katanya.

Dalam proses evakuasi, tim membawa peralatan vertical rescue, logistik, dan obat-obatan.

"Dalam kondisi apa pun, keenam mahasiswa ini harus turun hari ini juga. Karena kita khawatir jika ditunda lagi akan lebih parah, karena mereka sudah kekurangan logistik. Oleh karena itu tim rescue harus bergerak cepat dalam evakuasi," katanya.

Ia mengatakan, kondisi terakhir keenam mahasiswa masih bisa berjalan dan berbicara sebagaimana diungkapkan tim rescue pertama melalui kontak.

"Kita melakukan kontak dengan tim rescue pertama yang sudah turun dan menemukan titik mereka dan mereka menyebutkan kondisi keenamnya masih baik dapat berjalan dan bersuara, meski sempat terserang hyportemia karena kekurangan logistik," katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, keenam mahasiswa itu mendaki tanpa melewati pintu pendakian resmi dan naik melalui Ciapus.

Ketika mereka mendaki, Gunung Salak memang tengah ditutup untuk pendakian karena cuaca buruk. Pihak pengelola menutup jalur pendakian Gunung Salak hingga tanggal 28 Februari mendatang.

Awalnya jalur pendakian ditutup sampai tanggal 31 Januari, namun karena cuaca masih buruk diperpanjang sampai 28 Februari.

Jalur-jalur resmi pendakian Gunung Salak antara lain melalui Pasir Reungit, Gunung Bunder, dan Cidahu, Sukabumi.

Menurut Suhandri, tersesatnya enam mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang terdiri dari Febry, Wildan, Adib, Zaki, Urham dan Unan itu diketahui dari laporan rekan mereka.

"Mereka mulai mendaki tanggal 24 Januari, dan seharusnya sudah turun tanggal 27 Januari, tapi belum juga turun. Kondisi mereka kehabisan logistik dan tidak bisa melanjutkan perjalanan lagi," katanya.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010