Mamuju (ANTARA News) - Sejumlah distributor gula dan beras "nakal" melakukan permainan harga barang kebutuhan pokok masyarakat yang ada di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sehingga memicu terjadinya kenaikan harga di Kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Sulbar, Idris Padua di Mamuju, Selasa.

Menurut dia, telah terjadi kenaikan harga yang tidak wajar di pasaran di Kota Mamuju Provinsi Sulbar.

Ia mengatakan, harga beras di wilayah Kota Mamuju saat ini dalam kondisi tidak normal, karena harganya terus melonjak tajam.

Menurut dia, harga beras yang dijual pedagang sebelumnya sekitar Rp140 per 25 kg untuk beras yang berkualitas seperti beras madinah tapi kini naik menjadi sekitar Rp165 ribu per 25 kg, atau sekitar Rp7.000 per kg ketika dijual pedagang pengecer.

Begitu juga harga gula melonjak tajam naik dari harga sekitar Rp9.000 per kg meningkat menjadi Rp13,000 per kg karena adanya permainan harga di tingkat distributor.

"Sejumlah pedagang pengecer di wilayah ini juga telah mengakui, jika kenaikan harga yang terjadi di Mamuju bukan semata-mata ulah mereka, tetapi juga diakibatkan ulah dari distributor barang dari Makassar yang nakal, karena ketika memasok barangnya ke Mamuju harganya dinaikkan, jadi otomatis pedagang pengecer di Mamuju harga barannya juga dinaikkan," katanya.

Oleh karena itu ia meminta agar polisi segera melakukan penertiban terhadap sejumlah distributor di Makassar tersebut yang telah mempermainkan harga berupa tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku karena masyarakat di wilayah ini mengeluhkan naiknya harga barang kebutuhan pokok.(PK-MFH/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010