Jakarta (ANTARA News) - Dua Aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) Mustar Bona Ventura dan Ferdi Simaun bersikukuh tidak akan membeberkan sumber data aliran dana Century yang mereka ungkapkan pada konferensi pers 30 November 2009.

"Kita tidak akan memberi tahu dari mana kita dapat data-data ini sebelum pemerintah mengeluarkan data aliran dana yang sebenarnya," jelas Koordinator Bendera Mustar Bona Ventura dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Mustar menjelaskan, data aliran Century yang dibeberkan dalam konferensi persitu adalah hasil kerja keras tim investigasi Bendera di berbagai daerah sejak awal 2009, jauh hari sebelum kasus Century mencuat.

Investigasi ini dilakukan secara seksama kemudian mengerucut hingga terkumpul dan terangkum dalam data aliran dana Century dalam konferensi pers 30 November 2009.

"Kita tidak bisa sebut siapa saja. Tapi masih banyak aktivis dan orang Istana yang masih peduli sama rakyat," jelas Mustar.

Mustar dan Ferdi ditetapkan sebagai tersangka dan menerima surat panggilan dari Polda Metro Jaya, 1 Februari 2010, atas kasus pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Andi Mallarangeng, Zulkarnaen Mallarangeng, Rizal Mallarangeng, Edhie Baskoro, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, dan Hartati Murdaya.

Mustar dan Ferdi, yang mengaku dibela 150 pengacara, menyatakan tidak takut, dan menyatakan polisi tidak berhak memaksanya membeberkan sumber investigasi Bendera.

"Polisi tidak punya hak untuk tahu sumber kami. Untuk membuktikan fakta atau tidak ya harus dibandingkan dengan hasil penyelidikan kasus Century," tambah Mustar.

Mustar menantang data aliran Century milik mereka dibuktikan oleh data serupa milik Bank Indonesia. (*)


Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010