Jasad nelayan Sukabumi ditemukan tim SAR di Pantai Apra Cianjur-Jabar

Jasad nelayan Sukabumi ditemukan tim SAR di Pantai Apra Cianjur-Jabar

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad nelayan asal Ujung Genteng Kabupaten Sukabumi yang dilaporkan hilang terbawa gelombang saat mencari ikan bersama seorang rekannya yang lebih dulu ditemukan di Perairan Pantai Apra, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (13/9/2020). (FOTO ANTARA/Ahmad Fikri)

Korban ditemukan sudah tidak bernyawa
Cianjur, Jabar (ANTARA) - Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Sumardi (47), nelayan asal Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dilaporkan hilang terbawa gelombang tidak jauh dari lokasi pertama kali dilaporkan di Perairan Pantai Apra, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur.

"Pencarian dihentikan karena jasad kedua korban sudah ditemukan tidak jauh dari lokasi pertama kali dilaporkan hilang. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa," kata Kepala Kantor SAR Jawa Barat, Deden Ridwansah saat dihubungi dari Cianjur, Minggu.

Jasad korban langsung dibawa pihak keluarga yang ikut serta dalam pencarian guna dimakamkan tidak jauh dari tempat tinggalnya di Ujung Genteng, Sukabumi.

Satu hari sebelumnya (Sabtu, 12/9) 2020, tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Jumadi (47), yang terbawa arus hingga 4 kilometer dari lokasi dilaporkan hilang.

Deden menjelaskan, selama beberapa bulan terakhir pihaknya menerima tiga laporan yang sama, yakni terjadi di perairan pantai selatan Cianjur. Dari ketiga laporan tersebut korban merupakan nelayan ditemukan tidak bernyawa sebanyak tujuh orang korban.

"Untuk saat ini, kami mengimbau nelayan untuk tidak melaut hingga ke tengah karena kondisi cuaca yang tidak menentu dengan gelombang yang tiba-tiba tinggi. Kalau memaksakan untuk melaut harus memerhatikan cuaca atau menggunakan alat keselamatan yang memadai," katanya.

Ia menambahkan, nelayan harus pintar membaca tanda-tanda alam atau mematuhi petunjuk dari BMKG ketika cuaca buruk dan gelombang tinggi tidak memaksakan diri untuk melaut. "Tunggu cuaca membaik demi keselamatan saat melaut," kata Deden Ridwansah.

Sebelumnya tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Jumadi (47) seorang dari dua nelayan asal Ujung Genteng, Sukabumi yang dilaporkan hilang terbawa gelombang empat kilometer terpisah dari lokasi pertama dilaporkan hilang.

Jasad Jumadi yang ditemukan sudah tidak bernyawa langsung dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamanya di Ujung Genteng, Sukabumi.

Sedangkan pencarian kembali dilanjutkan dengan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, BPBD Cianjur dan nelayan setempat hingga akhirnya korban kedua, Sumardi ditemukan.

Baca juga: Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian nelayan terbawa arus

Baca juga: Empat Nelayan Digulung Ombak di Ujung Genteng

Baca juga: Tim menyisir pantai selatan Cianjur cari nelayan hilang

Baca juga: Dua nelayan tenggelam di Cianjur masih dicari tim SAR gabungan

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menhub resmikan reaktivasi jalur KA Ciranjang-Cipatat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar