Mumbai (ANTARA News) - Empat orang telah ditahan dalam kaitan ledakan bom yang mematikan pada restoran di India barat pada akhir pekan lalu, kata polisi Selasa.

Jumlah korban yang tewas dalam pemboman itu kini menjadi 10 orang, sebagaimana dikutip dari AFP.

Empat orang tersebut ditahan sebagai bagian dari penyelidikan atas serangan terhadap restoran roti Jerman yang terkenal di Pune, kata komisaris polisi Pune, Satyapal Singh, kepada wartawan.

Kantor berita setempat, Press Trust of India (PTI), mengatakan, salah seorang tersangka ledakan itu telah ditangkap di Pune, sedangkan lainnya ditahan di kota industri tetangganya, Pimpri.

Saluran-saluran televisi mengatakan, dua tersangka lain ditahan di Aurangabad, sekitar 200 kilometer dari Pune.

Singh menambahkan, bahwa seorang mahasiswa yang termasuk di antara 57 orang yang cedera dalam ledakan Sabtu itu, menjadi korban tewas ke sepuluh setelah dia meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit lokal.

Pakar forensik menyimpulkan bahwa, bom yang diletakkan di satu ransel yang ditinggalkan pemiliknya, dibuat dari campuran peledak keras RDX, amonium nitrate dan bensin, kata pejabat itu, tanpa menjelaskan berapa banyak campuran alat peledak tersebut.

Pemboman tersebut adalah serangan besar pertama di bumi India sejak serangan Mumbai pada November 2008, dan terjadi hanya sehari setelah India dan Pakistan sepakat untuk melanjutkan dialog mereka, dengan pertemuan antara menlu-menlu mereka.

Pemerintah sejauh ini masih menolak membenarkan spekulasi media, bahwa satu kelompok Islamis yang bermarkas di India, Mujahideen India, sebagai pihak yang bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Mujahidden India mengaku bertanggungjawab untuk serangkaian pemboman di New Delhi pada September 2008.

India menyalahkan kelompok militan yang berpangkalan di Pakistan, Lashkar-e-Taiba yang melakukan serangan Mumbai. Serangan tersebut menewaskan 166 orang dan lebih dari 300 orang lainnya cedera, yang kemudian menggiring pada dihentikannya perundingan-perundingan perdamaian antara New Delhi dan Islamabad.

Sumber-sumber pemerintah di New Delhi, Senin, mengatakan kepada AFP, bahwa perundingan tingkat sekjen kementerian luar negeri, yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada 25 Februari masih tetap berjalan di tengah seruan-seruan dari pihak partai oposisi besar agar perundingan-perundingan itu dihentikan.(H-AK/A024)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010