Pagaralam (ANTARA News) - Pertandingan sepak bola antarpelajar yang diselenggarakan salah satu harian lokal di Kota Pagaralam, Sumatra Selatan, berlangsung ricuh, dengan sejumlah penonton merusak seluruh peralatan, tenda, dan atribut yang ada di lapangan sepak bola Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, Jumat.

Ratusan penonton menyerbu tribun panitia dan merusak seluruh peralatan seperti tenda, kursi, pengeras suara, dan peralatan yang berada di lapangan sepak bola, sehingga menjadi rata dengan tanah. Perusakan itu diduga karena terpicu emosi atas perlakuan panitia.

Kerusuhan terjadi akibat wasit berlaku tidak adil saat memimpin pertandingan antara PS Jawa Pos dengan PS Liverpol dari Dusun Pagaralam dengan mempercepat penghentian pertandingan setelah Jawa Pos menang.

Penonton salah satu pendukung tim langsung menyerbu lapangan dan tenda panitia.

Meskipun petugas Polres Pagaralam sempat mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan, tapi tidak membuat penonton menghentikan aksi pengrusakannya dan bahkan mengejar panitia yang kebetulan masih berada di tenda penonton utama.

Para panitia penyelenggara selaku penanggung jawab pertandingan berlari tunggang langgang menghindari amukan penonton atau suporter PS Liverpol yang emosi dengan perlakuan panitia pertandingan yang dinilai berat sebelah. Dalam pertandingan tersebut Jawa Pos mengungguli PS Liverpol 2-1.

Menurut salah satu penonton, Lenin, warga Dusun Nendagung, Kelurahan Nendagung, kerusuhan terjadi setelah wasit yang meniup peluit panjang berakhir pertandingan yang dimenangkan tim Jawa Pos atas PS Liverpol.

Merasa kurang puas dengan perlakuan wasit yang terkesan dipengaruhi panitia untuk segera mengakhiri pertandingan setelah dimenangkan tim Jawa Pos, pemain lawan langsung menyerang panitia dan wasit serta melakukan pengrusakan.

"Memang pada awal pertandingan suasana sudah terlihat memanas, mengingat suporter PS Liverpol sejak wasit meniup peluit mulai pertandingan gejolak mulai terjadi. Bahkan ada sebagian penonton mengejek panitia yang berada di tribun lapangan," kata dia pula.

Situasi semakin tidak terkendali meskipun sejumlah aparat kepolisian sempat mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan ke udara.

Penonton yang jumlahnya ratusan tersebut, semakin menjadi-jadi dengan merusak seluruh peralatan yang ada di lapangan.

"Semua peralatan yang dipasang panitia, seperti kursi, meja, tenda, pengeras suara dan atribut pertandingan dirusak. Sementara panitia melihat kondisi tersebut langsung melarikan diri untuk menyelamatkan diri menghindari amukan penonton yang marah," ujar dia pula.

Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abdul Soleh, didampingi Kasat Reskrim, AKP Syahril, membenarkan adanya insiden kecil dalam pertandingan sepak bola antarpemuda atau tingkat pelajar se-Kota Pagaralam, akibat salah satu penonton dari salah satu tim tidak puas dengan kekalahan yang dialami.

"Kami sudah mendamaikan dan akan segera memanggil pihak penyelenggara untuk mengetahui penyebab terjadi kerusukan yang mengakibatkan pengrusakan peralatan milik panitia. Namun tidak ada korban jiwa karena kesigapan petugas kami dan bantuan tokoh masyarakat setempat akhirnya masa dapat ditenangkan," kata dia.

(L.U005*B014/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010