PAN tidak terkejut hasil survei terkait elektabilitas partai

PAN tidak terkejut hasil survei terkait elektabilitas partai

Dokumentasi - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi pada diskusi "Dialektika Demokrasi: Periode kedua Jokowi, Masihkah Larangan Aturan Rangkap Jabatan Diberlakukan?" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (8/8/2019). ANTARA/Riza Harahap/am.

Ada perbedaan sebesar 500 persen antara prediksi lembaga survei dan hasil resmi pemilu.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengaku tidak terkejut terkait dengan hasil survei Indikator Politik yang menyebutkan elektabilitas partainya menurun dari 2 persen menjadi 1,1 persen.

"PAN tidak kaget dengan hasil survei itu karena sejak 2004 hingga tahun 2020 saat ini ketika PAN di survei, elektabilitasnya, ya, selalu berkisar antara 1 sampai 2 persen saja. Meski PAN masif membuat program, ketika di survei hasilnya selalu konstan," kata Viva Yoga dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Kalau berdasarkan survei yang dilakukan lembaga tersebut, sejak Pemilu 2009 PAN seharusnya tidak lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold), padahal hasil pemilu ternyata berbeda 500 persen.

Baca juga: F-PAN sesalkan perlakuan Polri terhadap aktivis KAMI

Menurut dia, hasil perolehan suara dan kursi di pemilu sangat berbeda dengan hasil survei. Misalnya, di Pemilu 2004 memperoleh suara nasional sebesar 6,44 persen, Pemilu 2009 sebesar 6,01 persen, Pemilu 2014 sebesar 7,59 persen, dan Pemilu 2019 sebesar 6,84 persen.

Oleh karena itu, menurut Viva Yoga, ada perbedaan sebesar 500 persen antara prediksi melalui hasil survei oleh para lembaga survei dengan hasil resmi pemilu yang ditetapkan KPU.

"Aneh 'kan? Masa hasilnya berbeda 500 persen ketika PAN di survei. Apakah lembaga survei itu tidak kredibel? Tidak berlandaskan pada kaidah ilmiah," ujarnya.

Viva Yoga menyebutkan salah satu alasan para surveyor ketika ditanyakan mengapa hasil survei berbeda dengan hasil pemilu, mereka menjawab karena yang berperan penting adalah pergerakan para caleg PAN sehingga hasil pemilu berbeda dengan hasil survei.

"Lalu, para caleg dari partai politik lain apakah tidur? He-he-he... 'kan sama-sama bergerak berkompetisi mencari suara di dapil," ujarnya.

Viva Yoga menjelaskan bahwa pihaknya beberapa kali "hasil survei aneh untuk PAN" ditanyakan kepada surveyor. Akan tetapi, mereka tidak dapat memberi penjelasan secara ilmiah.

Baca juga: Politikus PAN: Slogan "PAN adalah Amien Rais" sudah berlalu

Untuk itu, menurut dia, apa pun hasil survei yang dilakukan lembaga survei tersebut tetap akan menjadi input data bagi PAN untuk memperkaya informasi dalam membuat perencanaan strategis pemenangan Pemilu 2024.

"PAN secara rutin dan berkala telah melakukan survei yang dilakukan oleh lembaga survei independen untuk mengetahui elektabilitas, prioritas program, dan variabel lain yang dibutuhkan PAN," katanya.

Menurut dia, hasil survei internal tersebut memang berbeda dengan rilis yang dilakukan beberapa lembaga survei sejak 2004.

Sebelumnya, Indikator Politik merilis hasil survei yang menyebutkan elektabilitas PAN turun menjadi 1,1 persen.

Survei ini dilakukan pada tanggal 24—30 September 2020 dengan 1.200 responden dipilih secara acak, metode survei dilakukan wawancara via telepon dengan margin of error sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Satgas ingatkan masyarakat untuk lakukan tes usai jalani liburan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar