Tanjungpinang (ANTARA News) - Ratusan pengunjukrasa bentrok dengan aparat kepolisian dan Satpol Pamong Praja Tanjungpinang di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Riau, Kamis siang.

Bentrokan terjadi saat ratusan massa dalam Komite Rakyat Pemilihan Umum Kepala Daerah Bersih, berusaha menerobos barikade polisi di depan pagar kantor KPU yang sebelumnya sudah dirobohkan pengunjukrasa.

Para pengunjukrasa menuntut agar Pilkada Kepulauan Riau yang dijadwalkan berlangsung 26 Mei mendatang ditunda.

Pengunjukrasa dan aparat keamanan terlibat saling dorong dan pukul lebih kurang selama sepuluh menit.

"Saya dipukul dan ditendang beberapa kali pada saat menyelamatkan dua orang teman yang terlebih dahulu dipukul," kata salah seorang pengunjuk rasa, Nazirwan.

Bahkan pada saat dorong-dorongan tersebut salah seorang pengunjuk rasa sempat terjatuh dan pingsan, namun sudah siuman.

Ketika kontak fisik meletus, sebuah ban mobil juga dibakar setelah sebelumnya disiram bensin. Kobaran api pun sempat menyambar beberapa pengunjukrasa yang tengah saling dorong dengan aparat.

Seorang perempuan muda bernama Ully rambutnya terbakar. Pengunjuk rasa lainnya Gunawan dan Feri menderita luka bakar di pergelangan tangan.

"Kami tidak tahu dari mana asal api. Tiba-tiba saja menyambar beberapa orang yang sedang saling dorong dengan aparat," ujar Nazirwan.

Pengunjuk rasa tersebut bertahan di Kantor KPU walaupun diguyur hujan, menunggu perwakilannya berdialog dengan anggota KPU Kepri yang sudah datang dari Batam serta pihak Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Massa tersebut menuntut KPU menunda tahapan Pilkada, serta menuntut anggota KPU Kepri mundur.

Mereka menuding ada beberapa kecurangan dilakukan anggota KPU Kepri pada saat penetapan calon gubernur/wakil gubernur.

(T.KR-NP/A013/Z002/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010