Pangkalpinang (ANTARA News) - Dinas Pertanian dan Peternakan Pangkalpinang, mewaspadai berbagai penyakit unggas memasuki pergantian musim hujan ke musim panas (pancaroba) karena rentan menjangkiti peternakan unggas di daerah itu.

Kabid Pertenakan Pangkalpinang, Ghozali Efendi di Pangkalpinang, Jumat, mengatakan, pada musim pancaroba, penyakit yang rentan menyerang unggas jenis ayam adalah jenis Newcasftle Discase (ND) atau lebih dikenal dengan tetelo dan flu burung (Avian influenza/AI).

"Kewaspadaan ini penting, sebab setiap tahun memasuki pancaroba ratusan ternak ayam di Pangkalpinang mati diserang virus penyakit seperti penyakit tetelo dan flu burung," ujarnya.

Ia menjelaskan, tetelo ini hampir mirip dengan flu burung yang saat ini ditakuti masyarakat karena penyebaran dan menularkan virus penyakit itu sangat cepat dan mematikan.

"Ternak ayam yang terkena virus tetelo itu dalam hitungan menit akan mati dan langsung menularkan virus tersebut ke ayam yang sehat apabila peternak tidak langsung mengubur atau membakar ayam mati itu," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi dan pencegahan virus tersebut, peternak unggas mengandangkan unggas peliharaannya. Jika ternak ayam dikandangkan, mudah mendeteksi ayam yang sakit, selain itu ayam yang dikandangkan itu tidak menyebarkan penyakit ke unggas lainnya.

Selain mengandangkan ayam, peternak ayam juga harus menjaga kebersihan lingkungan dan kandang, penyemprotan disinfektan serta pemberian vaksin.

"Menjaga kebersihan, penyemprotan disinfektan serta pemberian vaksin kepada ternak sangat penting karena akan meningkatkan daya tubuh ternak ayam itu," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, diharapkan peternak ayam untuk selalu menjaga dan melaporkan ke Dinas Peternakan apabila ada ternak ayam yang dijangkiti penyakit untuk mencegah penyebaran penyakit yang mematikan ternak ayam itu.

Ia berharap peternak mewaspadai berbagai penyakit pada musim pancaroba dengan memperhatikan kesehatan ternak.

"Apabila unggas tersebut sesak napas, tidak mau makan, pilek, kepala unggas berputar-putar dan syarafnya terganggu, segera lapor ke Dinas Peternakan agar bisa mengantisipasi penyebaran virus tetelo itu," ujarnya. (KMN/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010