Angka infeksi COVID AS jauh lebih tinggi daripada data resmi

Angka infeksi COVID AS jauh lebih tinggi daripada data resmi

Petugas kesehatan melakukan uji usap terhadap petugas Kepolisian Newark di dalam mobilnya di pusat uji lantatur COVID-19 di Newark, New Jersey, Amerika Serikat, Kamis (12/11/2020), saat terjadi lonjakan infeksi virus corona (COVID-19) . ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/FOC/djo.

New York (ANTARA) - Lebih dari tiga juta orang di Amerika Serikat telah secara aktif terinfeksi COVID-19 dan berpotensi menularkan, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan data resmi, menurut hasil riset oleh ahli penyakit menular AS baru-baru ini.

Sebuah model yang dibuat oleh tim Jeffrey Shaman, ahli epidemiologi dari Universitas Columbia, memperkirakan bahwa sudah 3,6 juta orang di negara tersebut yang terinfeksi COVID-19 aktif dan mampu menyebarkan virus untuk menginfeksi orang lain.

Jumlah resmi hanya berdasarkan pada data orang yang terbukti positif COVID-19. Namun, terdapat jumlah besar orang-orang tanpa gejala yang berkeliaran di mana saja tanpa mengetahui bahwa mereka terinfeksi.

"Buruk, sangat buruk," kata Shaman, ahli prakiraan dan transmisi penyakit menular.

Shaman juga mengatakan bahwa perayaan Hari Thanksgiving mendatang sepertinya berpotensi memperparah penyebaran virus.

"Sayangnya, kita akan menyaksikan banyak orang terinfeksi antara saat ini hingga akhir tahun," katanya.

Sumber: Xinhua

Baca juga: Menhan Lithuania beserta pejabat senior Pentagon positif corona

Baca juga: Warga Amerika diimbau tak bepergian selama Thanksgiving

Baca juga: New York City tutup sekolah umum karena COVID-19 memburuk


 

RS Persada Malang jadi rujukan tentara Amerika

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar