Bibit siklon di Samudra Hindia selatan Jawa berdampak gelombang tinggi

Bibit siklon di Samudra Hindia selatan Jawa berdampak gelombang tinggi

Ilustrasi - Ombak besar bergulung menghempas ke batu karang di Pantai Bagedur, Lebak, Banten, Jumat (30/10/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/aa.

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memantau bibit siklon tropis 96S di Samudra Hindia selatan Jawa Barat yang berdampak gelombang tinggi di perairan barat Lampung hingga selatan Jawa dan Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa.

Informasi dari Kabag Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana yang diterima di Jakarta, Senin, terkait hal tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia hingga Rabu (9/12).

Pola angin di wilayah Indonesia umumnya bergerak dari barat-utara dengan kecepatan berkisar 5-30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah, Laut Jawa, Laut Bali. Kondisi ini mengakibatkan gelombang tinggi di sekitar wilayah tersebut.

Gelombang tinggi kisaran empat hingga enam meter berpeluang terjadi di Laut Natuna utara, perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur.

Gelombang setinggi 2,5-4meter berpeluang terjadi di beberapa perairan Indonesia lainnya, di antaranya perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Jawa Timur-Pulau Sumba, Samudra Hindia selatan Bali- TT, perairan utara Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, Laut Jawa bagian tengah dan timur, perairan utara Jawa Tengah-Jawa Timur.

Baca juga: BMKG ingatkan potensi gelombang capai 5 meter di perairan Aceh

Selain itu, peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di Selat Malaka, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue-Kepulauan Mentawai, perairan Enggano-Bengkulu, Samudra Hindia barat Aceh-Bengkulu, perairan selatan Lombok-Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, perairan Pulau Sawu-Kupang Pulau Rotte.

Kondisi yang sama juga berpotensi terjadi di Laut Sawu bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, Laut Natuna, perairan timur Kepulauan Bintan-Kepulauan Lingga, Selat Karimata, perairan Bangka Belitung, Laut Jawa bagian barat, perairan utara Jawa Barat.

Selain itu, di perairan selatan Kalimantan, Laut Flores bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Laut Bali, Selat Lombok bagian utara, Laut Sumbawa, perairan utara Bali-Sumbawa, perairan Kepulauan Sabalana-Kepulauan Selayar, Laut Flores bagian barat, perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua barat, Samudra Pasifik utara Halmahera-Papua.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat selalu waspada, terutama nelayan serta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Baca juga: BMKG sebut potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia
Baca juga: BMKG: Gelombang tinggi masih berpotensi di selatan Jabar-DIY

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BMKG peringatan dini gelombang tinggi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar