KPU Jatim catat partisipasi masyarakat dalam pilkada 70,58 persen

KPU Jatim catat partisipasi masyarakat dalam pilkada 70,58 persen

Perbandingan data tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada serentak 2015 dan Pilkada serentak 2020. (ANTARA Jatim/HO-Istimewa)

Tingkat partisipasi masyarakat mengalami kenaikan dengan selisih rata-rata sebesar 6,63 persen
Surabaya (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat tingkat partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilih pada pemilihan kepala daerah di 19 kabupaten/kota pada 9 Desember 2020 mencapai 70,58 persen.

"Hasil ini berdasarkan data sementara dari Bakesbangpol di 19 kabupaten/kota tingkat partisipasi masyarakat pada gelaran Pilkada Serentak 2020," ujar anggota KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro, di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, angka tersebut sangat positif, karena pilkada kali ini digelar di tengah masa pandemi COVID-19 dan harus dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Bahkan, kata Gogot, dibandingkan dengan Pilkada Serentak 2015, tingkat partisipasi masyarakat mengalami kenaikan dengan selisih rata-rata sebesar 6,63 persen.

"Rata-rata partisipasi masyarakat pilkada serentak lima tahun lalu di Jatim sebesar 63,95 persen," ujar komisioner divisi sosialisasi, pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat tersebut.

Kendati demikian, ia meminta untuk kepastiannya masih menunggu hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU masing-masing daerah.
Baca juga: PKS Jatim minta kawal suara hingga pengumuman resmi KPU di daerah


Berdasarkan data sementara, terdapat lima daerah yang melampaui target nasional (di atas 77,5 persen) partisipasi masyarakat, yakni Tuban (77,6 persen), Lamongan (77,6 persen), Gresik (78,5 persen), Mojokerto (78 persen), dan Kota Blitar (79,2 persen).

Sedangkan, 11 daerah lainnya mengalami kenaikan, tapi belum sampai memenuhi target nasional, yaitu Pacitan (66,66 persen), Ponorogo (74,67 persen), Ngawi (77,36 persen), Sidoarjo (71,7 persen), Kabupaten Kediri (65,23 persen), Kabupaten Blitar (66 persen), Jember (58,5 persen), Situbondo (77 persen), Banyuwangi (64 persen), Sumenep (74 persen), dan Kota Surabaya (53 persen).

Kemudian, terdapat tiga daerah yang mengalami penurunan tingkat partisipasi masyarakat dibanding Pilkada Tahun 2015, yakni Trenggalek (67,59 persen atau turun 0,23 persen), Kabupaten Malang (58 persen atau turun 0,39 persen), serta Kota Pasuruan (76,5 persen atau turun 3,11 persen).

Gogot juga menyampaikan secara umum pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di 19 daerah di Jatim berlangsung aman dan tertib, termasuk pemenuhan protokol kesehatan dari penyelenggara maupun pemilih.
Baca juga: KPU Jatim putuskan PSU dua TPS di Malang dan Surabaya
Baca juga: Round Up - Pilkada Serentak di 19 kabupaten dan kota di Jatim

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden Jokowi lantik gubernur-wakil gubernur Sulut dan Kaltara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar