Polbangtan Yoma kembangan inovasi pengolahan limbah urine domba

Polbangtan Yoma kembangan inovasi pengolahan limbah urine domba

Sejumlah petani mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah urine domba yang digelar Polbangtan YoMa di Magelang, Jawa Tengah. ANTARA/HO-BPPDSMP Kementan/am.

Sektor pertanian khususnya peternakan kita memang memiliki keunggulan yang sangat banyak
Jakarta (ANTARA) - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) lembaga pendidikan di bawah Kementerian Pertanian mengembangkan inovasi pengolahan limbah dari urine domba.

Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi di Jakarta, Jumat menyatakan kegiatan ini merupakan suatu terobosan baru yang bisa mendatangkan keuntungan.

"Sektor pertanian khususnya peternakan kita memang memiliki keunggulan yang sangat banyak. Untuk itu saya meminta anak muda untuk terus berinovasi dan meningkatkan kreativitas," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Untuk memperluas penerapan hasil inovasi tersebut Polbangtan YoMa memberikan pelatihan pengolahan limbah urine domba bagi para petani.

Direktur Polbangtan YoMa Rajiman mengatakan diperlukan keahlian serta kemauan yang keras untuk dapat memberikan suatu inovasi dan cara-cara bertindak yang tidak biasa supaya ke depan para peternak memiliki keahlian yang mumpuni.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat dan diharapkan kepada 20 peternak yang mengikuti pelatihan dapat segera mempraktekkan secara langsung," ujarnya.

Kegiatan pelatihan tersebut, tambahnya, sekaligus merupakan pendampingan kostratani bagi BPP Kecamatan Pakis Magelang untuk menjalankan fungsinya sebagai pusat pendidikan dan pembelajaran.

Sementara itu, duta petani milenial Magelang Mungguh Bimo mengatakan para peternak domba menghadapi kendala limbah kotoran dan urine yang tidak termanfaatkan.

Padahal, tambahnya, urine bisa diolah menjadi pupuk organik cair (POC) dan menambah nilai sehingga bisa dipergunakan secara pribadi maupun dijual.

"POC berhasil jika berwarna kuning kecoklatan, bau bahan pembentukannya sudah membusuk, adanya bercak-bercak putih (semakin banyak semakin bagus)," katanya.

Menurut dia, POC bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, cara pengaplikasiannya dengan menyiramkan di sekitar akar/pangkal tanaman, waktu penyiraman pagi dan sore, dengan dosis 15ml/L.

Baca juga: Balitbangtan sebut perlu pupuk organik kembalikan tanah sehat
Baca juga: Mentan minta Politeknik Pertanian ciptakan SDM dan lapangan kerja
Baca juga: Bidik petani milenial, Polbangtan Medan kembangkan hidroponik modern

 

Pewarta: Subagyo
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar