Liga Inggris

Liverpool tutup tahun 2020 di puncak meski kehilangan sisi klinis

Liverpool tutup tahun 2020 di puncak meski kehilangan sisi klinis

Pemain Liverpool Mohamed Salah dan Roberto Firmino bereaksi saat laga Liga Inggris melawan Newcastle United di St James' Park, Newcastle, Inggris (30/12/2020). Meski ditahan imbang 0-0 lawan Newcastle United, Liverpool tetap kokoh di puncak klasemen sementara. ANTARA FOTO/Pool via REUTERS/Peter Powell/aww.

Jakarta (ANTARA) - Liverpool menutup tahun 2020 di puncak klasemen Liga Premier Inggris, tetapi tim Juergen Klopp ini perlu menemukan kembali keunggulan sisi klinis mereka dengan cepat jika ingin mempertahankan gelar.

Untuk kedua kalinya dalam empat hari Liverpool memiliki kesempatan untuk memperpanjang keunggulan mereka menjadi lima poin tetapi melepaskan kesempatan saat bermain imbang 0-0 di Newcastle United, Rabu.

Pada Minggu, Liverpool kebobolan gol penyeimbang di akhir pertandingan untuk bermain sama kuat 1-1 di kandang melawan West Bromwich Albion. Awal bulan ini mereka juga ditahan imbang oleh Fulham.

Dengan Brighton & Hove Albion yang juga tidak memberi kemenangan kepada sang juara bertahan, pasukan Klopp kini telah kehilangan delapan poin melawan tim-tim yang berada di enam terbawah dalam klasemen.

Catatan tersebut tentu bukan prestasi yang diharapkan dari tim Liverpool yang musim lalu tampil luar biasa.

Baca juga: Liverpool bak macan ompong ketika seri 0-0 di kandang Newcastle
Baca juga: Klasemen Liga Inggris: MU pepet Liverpool dengan jarak dua poin


Melawan Newcastle, mereka menikmati 73% penguasaan bola tetapi trio maut Mohamed Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino tidak terlalu lahap di depan gawang. Tiga peluang hilang, dan operan terakhir Liverpool sering kurang presisi.

Dengan segala kekurangannya itu, Liverpool mengakhiri tahun yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan keunggulan tiga poin dari Manchester United yang memiliki satu pertandingan di tangan.

Posisi ini mungkin tetap memuaskan Klopp setelah kehilangan bek tengah utama Virgil van Dijk dan Joe Gomez karena cedera.

Baca juga: Allardyce pamer kebolehan demi stop tren kandang sempurna Liverpool
Baca juga: Klopp tak akan terburu-buru mainkan Thiago


Persaingan Liga Inggris di tengah pandemi COVID-19 memang ketat dan sulit diduga. Bahkan, sebelum bola ditendang, Klopp sudah tahu bahwa Liverpool akan berusaha lebih keras untuk mempertahankan gelar mereka dibandingkan musim lalu ketika mereka tiba di singgasana juara dengan keunggulan 18 poin dari pesaing terdekatnya.

Dan dalam upaya mempertahankan gelar di musim pandemi yang penuh dengan hasil pertandingan yang unik, fakta bahwa pasukan Klopp hanya menderita satu kekalahan dalam 16 pertandingan. Ini menegaskan tentang ketangguhan mental dalam skuad The Reds.

"Hal terakhir yang saya pikirkan adalah posisi kami di klasemen saat ini. Ini bagus tapi itu belum berarti apa-apa," kata Klopp tentang capaiannya seperti dikutip Reuters.

Seusai bermain kaca mata dengan Newcastle United, Klopp mengakui begitu ketatnya Liga Premier musim ini.

"Kami imbang malam ini dan kami masih berada di puncak klasemen jadi itu menunjukkan betapa sulitnya musim ini bagi semua orang," kata pelatih asal Jerman ini.

"Kami harus terus maju, pertandingan berikutnya, Southampton, Aston Villa, Man United dan itu bagus kami tahu tentang tanggung jawab kami. Kami tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan tetapi itu bukan hal terburuk di dunia, ada hal-hal buruk yang terjadi."

Baca juga: Klopp tepis spekulasi masa depan Mo Salah di Liverpool
Baca juga: Fulham batalkan laga kontra Spurs karena temuan baru COVID-19
Baca juga: Gol larut Marcus Rashford menangkan MU atas Wolverhampton


 

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Piano John Lennon dipamerkan di Liverpool, rayakan ultah ke-80

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar