Anies tak undang "influencer" dalam peluncuran vaksinasi Jakarta

Anies tak undang "influencer" dalam peluncuran vaksinasi Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat yang menimbulkan kerumunan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

Representasi unsur itulah yang kami undang pada hari ini
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dirinya tak mengundang tokoh pemberi pengaruh (influencer) dalam peluncuran program vaksin COVID-19 di Balai Kota DKI, Jumat.

"Dalam survei ada tiga unsur yang paling utama didengar soal COVID-19. Representasi unsur itulah yang kami undang pada hari ini," ujar Anies di Jakarta, Jumat.

Anies menjelaskan pada sebuah survei dengan responden 180 ribu orang, ada tiga kelompok yang paling dipercaya masyarakat terkait informasi COVID-19, yakni dokter dan pakar kesehatan, pejabat publik serta tokoh masyarakat.

Oleh karena itu, kata Anies, pihaknya saat meluncurkan vaksin COVID-19 di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, sejumlah tokoh dan pejabat yang diundang untuk vaksin antara lain Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ferry Rahman, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Syamsul Ma’arif, Wakil Kejaksaan Tinggi DKI Supardi, Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Herwin Budi Saputra, serta Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus.

Sebelum menjalani vaksinasi Covid-19, para pejabat hingga tokoh masyarakat itu harus menjalani pemeriksaan kesehatan. Jika saat proses penapisan atau penyaringan memenuhi kriteria sebagai penerima vaksin, maka petugas akan melakukan vaksinasi terhadap mereka.

Baca juga: Penerima vaksin diingatkan belum imun 100 persen COVID-19

Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya Ahmad Riza Patria tak ikut divaksin. Alasannya mereka berdua merupakan penyintas COVID-19 atau sebelumnya pernah terinfeksi virus itu meski berada dalam rentang usia 18-49 tahun yang memungkinkan untuk divaksin.

Di Jakarta sendiri, kemarin pada Kamis 14 Juni 2021, sejumlah tenaga kesehatan di Jakarta juga telah menerima vaksin COVID-19.

Target penerima vaksin di Jakarta, adalah sebanyak 7.610.198 jiwa.

Pada tahap pertama, vaksinasi diberikan kepada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanggulangan COVID-19 sebanyak 131.000 orang, dengan target penyelesaian selama dua bulan.

Vaksin Sinovac ini diberikan sebanyak dua kali dosis untuk setiap orang, dengan jarak waktu 14 hari sejak penyuntikan pertama.

Baca juga: Penerima vaksin diimbau tetap disiplin protokol kesehatan

Jadwal dan lokasi vaksinasi ditetapkan melalui laman pedulilindungi.id, setelah setiap orang mendapatkan informasi via pesan singkat massal (SMS blast) dari 1199 dan melakukan registrasi ulang di laman tersebut.

Di Jakarta, ada 488 fasilitas kesehatan (faskes) yang diunjuk untuk menjadi pelaksana COVID-19 yang terdiri dari RSUD, RS Vertikal/TNI/Plori, RS Swasta, Puskesmas, Klinik Pemerintah/Swasta yang tersebar di 6 Kabupaten/Kota di DKI Jakarta.

Sementara sesuai Permenkes 84 Tahun 2020, pelayanan vaksinasi COVID-19 dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah atau swasta yang memenuhi persyaratan fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan pos pelayanan Vaksinasi COVID-19, klinik, rumah sakit, atau unit pelayanan kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Anies Baswedan sebut peran pers penting dalam memerangi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar