Basarnas temukan 14 kantong jasad dan serpihan SJ-182 di hari ke-9

Basarnas temukan 14 kantong jasad dan serpihan SJ-182 di hari ke-9

Anggota Basarnas membawa kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air PK-CLC nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad (17/1/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Badan SAR Nasional (Basarnas) menemukan 10 kantong bagian jasad korban dan empat kantong serpihan kecil dan tiga bagian potongan besar badan pesawat di hari kesembilan operasi evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

"Pada hari ini kita menemukan 10 kantong bagian dari tubuh korban kemudian serpihan kecil badan pesawat empat kantong dan potongan besar badan pesawat tiga bagian," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito di Dermaga JICT II, Jakarta Utara, Ahad.

Ia mengatakan operasi pencarian tersebut dilaksanakan oleh Tim Basarnas Special Group dan penyelam-penyelam dari TNI AL serta anggota tim lainnya yang melaksanakan kegiatan dengan penuh komitmen.

"Sehingga total untuk operasi SAR SJ-182 sampai hari ini adalah untuk bagian tubuh, kita hari ini sudah mengumpulkan 308 kantong jenazah, serpihan kecil pesawat 58 kantong, potongan besar pesawat 54 bagian, FDR satu unit dan bagian dari CVR unit tadi juga sudah kita terima dari KRI Kurau," kata Bagus.

Baca juga: Pencarian Sriwijaya hari kesembilan terkendala jarak pandang dan arus

Baca juga: Satgas SAR TNI AL temukan 3 kantong serpihan badan pesawat SJ-182


Terkait penemuan perekam suara kokpit atau Cockpit voice recorder (CVR) unit, Bagus menegaskan bahwa bagian CVR yang ditemukan adalah bagian CVR unit yang disebut CVR electronic unit yang berfungsi untuk menangkap data percakapan atau suara yang ada di cockpit.

"Itu yang sudah ditemukan. Yang belum ditemukan adalah yang kita sebut Crash Survivable Memory Unit yang berisi data percakapan atau suara di cockpit. Jadi yang pertama tadi fungsinya adalah menangkap, yang belum ketemu ini adalah yang merekam, yang berisi memorinya," kata dia.

Sementara itu, untuk operasi evakuasi besok, Bagus mengatakan personel yang akan dilibatkan masih sama dengan hari ini, dengan lokasi operasi pencarian yang sama dan tim serta metode yang sama juga.*

Baca juga: Tiga jenazah korban Sriwijaya Air diserahkan ke pihak keluarga

Baca juga: Tim DVI Polri identifikasi lima jenazah korban Sriwijaya Air

Pewarta: Katriana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Longsor tambang ilegal di Parigi Moutong, 6 meninggal dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar