Kementerian PUPR bangun jaringan pengelolaan air limbah di Danau Toba

Kementerian PUPR bangun jaringan pengelolaan air limbah di Danau Toba

Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba oleh Kementerian PUPR. ANTARA/HO-Kementerian PUPR

Pembangunan infrastruktur pada setiap DPSP direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktu
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jaringan pipa Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba dalam rangka mencegah pencemaran.

“Pembangunan infrastruktur pada setiap DPSP direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur,” ujar Menteri PUPR Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Kementerian PUPR tengah membangun jaringan pipa IPAL Parapat yang akan terkoneksi di dua wilayah yaitu Parapat Kabupaten Simalungun dan Ajibata Kabupaten Toba.

Pembangunan jaringan IPAL Parapat dikerjakan oleh Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara sejak 2 September 2020 dan rencananya akan selesai 2 September 2021 dengan anggaran sebesar Rp59,42 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Ngara (APBN) tahun 2020.

Saat ini progresnya mencapai 15 persen. Pekerjaan Proyek jaringan IPAL Parapat dikerjakan oleh kontraktor PT. Hotomo Mandala Perkasa.

Jaringan IPAL Parapat dibangun mulai dari Jalan Sisingamangaraja, Terminal Sosorsaba dan Jalan Anggarajim kemudian masuk ke IPAL Pantai Bebas. Setelah itu IPAL di proses di bantaran area Sijambur Ajibata berdekatan dengan kolam fakultatif, maturasi dan bak pengering lumpur.

Diharapkan dengan dibangunnya jaringan IPAL membuat air limbah domestik dari rumah tangga dan perhotelan tidak lagi mencemari Danau Toba. Proyek Jaringan Perpipaan air Limbah terbagi atas dua paket.

Paket pertama yaitu pembangunan Perpipaan Air Limbah area wisata dan rehabilitasi pembuatan bak penampungan di Ajibata, Kabupaten Toba.

Jaringan Perpipaan air Limbah sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan perhotelan khususnya di pinggiran Danau Toba, sehingga diharapkan pariwisata Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara semakin diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.

Baca juga: Sandiaga: Peningkatan SDM pariwisata di Danau Toba jadi prioritas

Baca juga: Sandiaga: Pengembangan pariwisata Danau Toba libatkan banyak pihak

Baca juga: Bangun pusat riset herbal di Toba, Luhut gandeng dua kampus China

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kementerian PUPR rekomendasikan alokasi pendanaan SBSN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar