Yasonna Laoly: Megawati adalah petarung politik melawan ketidakadilan

Yasonna Laoly: Megawati adalah petarung politik melawan ketidakadilan

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan Ketua bidang Hukum DPP PDI Perjuangan, Yasonna H Laoly, saat menjadi MC dadakan dalam acara doa bersama untuk negeri pada peringatan Hari Ulang Tahun Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di Jakarta, Sabtu (23/1/2021). ANTARA/HO-PDI Perjuangan

Jakarta (ANTARA) -
Ketua bidang Hukum DPP PDI Perjuangan, Yasonna H Laoly, mengatakan, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, adalah petarung politik yang melawan ketidakadilan.
 
"Ibu Megawati adalah petarung politik yang melawan ketidakadilan, beliau berani melawan kekuatan besar saat itu untuk melawan ketidakadilan. Beliau yang sangat konsisten pada ideologi negara, NKRI, dan kebhinekaan," kata kata Yasonna saat menjadi pembawa acara (MC) dadakan pada acara Peringatan Hari Lahir Megawati secara daring, di Jakarta, Sabtu.

Ia lanjutkan, "Ibu Megawati menginspirasi jutaan anak bangsa, sekaligus memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari, seperti sangat concern pada lingkungan hidup."
 
Laki-laki asal Pulau Nias, Sumatera Utara, yang menjabat menteri hukum dan HAM sejak 2014 itu mengatakan Megawati adalah seorang pertarungan sejati sekaligus guru politik bagi dirinya maupun politisi lain di Indonesia.

Baca juga: Megawati dan PDIP sampaikan ucapan ulang tahun kepada Presiden Jokowi
 
"Ibu Megawati adalah perempuan yang menginspirasi. Beliau juga buat saya adalah guru politik yang mengajarkan nilai kejuaraan, kebhinekaan, berjuang untuk rakyat kecil sesuai ideologi partai kita, yang konsisten pada pijakan partai, saat beliau jadi presiden dan ketua umum partai," kata dia.

"Seluruh jajaran partai merasa bangga memiliki seorang ibu yang tak hanya mengayomi partai, namun juga bangsa. Ibu Mega, teruslah bersama kami dan membimbing kami, agar kita terus bekerja untuk rakyat dan bangsa," kata dia, dalam keterangan tertulisnya.
 
Perayaan ulang tahun mantan presiden itu dirayakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dirayakan dengan perjamuan terbuka.
 
Namun untuk tahun ini, hari lahir Megawati Soekarnoputri itu dirayakan para kadernya dengan melaksanakan doa bersama. Doa dilaksanakan secara daring, dipimpin Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, bersama Laoly. Keduanya menjadi MC dadakan di acara yang dibuat secara dadakan itu.

Baca juga: Megawati: Banyak pemuda kreatif, jangan bangun pesimisme
 
Mereka berdua memimpin acaranya dari studio di kantor pusat partai di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu siang.
 
"Pada perayaan hari lahir Ibu Mega tahun ini, kami melakukan penanaman pohon, menghargai kehidupan, menebarkan oksigen ke seluruh alam raya, yang dilakukan kader partai di luar wilayah Jawa dan Bali," kata Kristiyanto.
 
"Nah ini secara spontan kader partai dari seluruh daerah meminta agar bersama-sama bertemu dalam doa, puji-pujian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat yang diberikan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, mendoakan beliau panjang umur dan bahagia selalu, dan sekaligus doa untuk negeri," ujarnya.

Baca juga: Megawati ultah dimeriahkan peluncuran buku dan pentas musik
 
Menurut dia, doa itu dilaksanakan melalui telekonferensi yang juga bisa diikuti oleh khalayak umum. Yakni lewat akun youtube @pdiperjuangan serta akun Facebook PDI Perjuangan.
 
Acara diawali dengan tayangan mengenai perjalanan hidup Megawati. Setelah salam dan kata pengantar singkat oleh Hasto dan Laoly, dilanjutkan lagu "Tanah Airku" oleh penyanyi cilik Shannon. Video pertunjukan kebudayaan seperti tari-tarian lalu ditampilkan.
 
Di sela itu, Hasto dan Laoly, layaknya presenter dan narasumber acara televisi, berbincang mengenai sosok Megawati.
 
Selain berbincang mengenai Megawati, doa bersama dilaksanakan secara daring. Doa pertama dilaksanakan secara Islam oleh Ustad Zein dari Sulawesi Selatan, yang diikuti dengan doa secara protestan oleh Pendeta Darmin Manurung dari PGI Sumatera Utara.
 
Doa selanjutnya secara Katolik oleh Pastur Florens Maxi Un Bria dari NTT. Lalu doa Hindu Bali oleh Ida Shri Bhagawan; secara Buddha oleh Bhante Badra Surya; serta Khonghucu oleh Js Ir. Pon Riano Baggy.

Baca juga: Megawati rayakan ulang tahun bersama kaum milenial
 
Selain doa, ekspresi kegembiraan juga disampaikan oleh kelompok bernama 'Megawati', beranggotakan kaum difabel dari Surabaya. Kelompok ini menciptakan lagu khusus di hari lahir Megawati yang dimainkan dengan angklung.
 
Judul lagu itu adalah "Persembahan untuk Ibu Megawati Soekarnoputri". Usai itu, sejumlah artis nusantara bergabung di studio menyanyikan lagu 'Selamat ulang tahun' dari Grup Jamrud untuk Megawati. Diantaranya adalah Andre Hehanusa, Lita Zein, Chicha Koeswoyo, Harvey Malaiholo, Ronnie Sianturi, dan Tamara Geraldine.
 
Setelahnya, sejumlah kader yang duduk sebagai kepala daerah maupun anggota DPR/DPRD dari PDI Perjuangan menyampaikan ucapan selamat hari lahir untuk Ibu Megawati. Diikuti lagu "Mega Berbisik" oleh para artis Nusantara.
 
"Melalui momentum peringatan hari lahir Ibu Megawati, di tengah kondisi pandemi, bencana alam, yang dampaknya memberatkan kita semua, ada sebuah refleksi tentang bagaimana kita harus merawat kehidupan, dan sebaiknya selalu penuh dengan rasa syukur. Mari bersama-sama mengucapkan rasa syukur itu. Kehendak baik mendoakan negeri yang bersamaan dengan mendoakan ibu Megawati Soekarnoputri. Semoga kita semua selalu mendapatkan berkah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin," kata Kristiyanto.

Baca juga: Megawati cerita soal pengalaman dan perjuangannya

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hoaks atau Benar - Rocky Gerung mualaf? Ustad Abdul Somad haramkan facebook?

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar