Kemristek fokus riset mulai drone, N219, hingga penanganan COVID-19

Kemristek fokus riset mulai drone, N219, hingga penanganan COVID-19

Tangkapan layar - Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro (panel tengah) dalam Rakor Nasional Citra Satelit Penginderaan Jauh 2021 yang diadakan virtual oleh LAPAN, diapantau dari Jakarta, Rabu (27/1/2021). ANTARA/Prisca Triferna/am.

Kemristek juga melanjutkan pengembangan Desa Berinovasi dengan bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) pada 2021 memfokuskan kegiatan riset dan pengembangan pada Prioritas Riset Nasional dan penanganan COVID-19, termasuk drone Elang Hitam, pesawat N219, ventilator ICU hingga vaksin Merah Putih.

"Kita akan melanjutkan tahun kedua Prioritas Riset Nasional," kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P.S. Brodjonegoro dalam Rapat Koordinasi Riset dan Inovasi Nasional 2021, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu.

Program riset dan inovasi nasional pada 2021 juga difokuskan pada kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan yang dilakukan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19.

Sejumlah produk yang ditargetkan untuk penanganan COVID-19 pada 2021, antara lain ventilator ICU, alat pengukur kadar antibodi, peningkatan kemampuan skrining COVID-19, alternatif tes COVID-19 berbasis PCR dengan menggunakan air liur, reagen, teknologi pengolahan limbah akibat COVID-19.

Pengembangan vaksin Merah Putih juga menjadi bagian dari fokus kegiatan riset 2021 yang ditujukan untuk kemajuan dan kemandirian bangsa terhadap vaksin COVID-19.

Vaksin dikembangkan berbasis virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang bersirkulasi di Indonesia. Penelitian dan pengembangan vaksin dilakukan oleh para peneliti Indonesia dan diproduksi oleh pabrik vaksin di Indonesia.

Pembangunan ekosistem riset dan inovasi juga menjadi fokus Kemristek/BRIN pada 2021. Hal itu, sebagai upaya pemerintah untuk mengubah paradigma dari ekonomi yang berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi berbasis inovasi sebagai salah satu jalan bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) dan mencapai visi Indonesia pada 2045, yaitu menjadi negara berpendapatan tinggi.

Kemristek juga fokus pada pengembangan katalis Merah putih, garam industri, dan pesawat amphibi N219A, yang merupakan bagian dari Prioritas Riset Nasional.

Baca juga: Kemristek dukung GeNose untuk skrining COVID-19 di tempat publik

Menristek Bambang mengatakan rencananya penerbangan pertama drone Elang Hitam akan dilakukan pada Agustus 2021, sedangkan pesawat N219 diharapkan sudah bisa diproduksi lebih banyak pada 2021 dan dikomersialisasikan.

Pada 2021, Kemristek terus melanjutkan penguatan talenta inovasi Indonesia dengan memberikan bantuan dana kepada mahasiswa inovatif dan masih aktif untuk dipersiapkan sebagai calon inovator masa depan dalam rangka menyelesaikan tugas akhir untuk mendukung pencapaian sumber daya manusia (SDM) unggul.

Kemristek juga melanjutkan pengembangan Desa Berinovasi dengan bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Selain itu, fokus pada upaya pemulihan ekonomi termasuk melakukan digitalisasi terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan mendiseminasikan teknologi untuk masyarakat dan UMKM dalam rangka meningkatnya daya saing UMKM berbasis potensi lokal.

Baca juga: Kemristek kembangkan alat pengukur antibodi setelah divaksin COVID-19

Program riset dan inovasi Kemristek pada 2021 juga untuk membangun usaha rintisan inovasi masyarakat dan memperkuat riset hulu dan hilir untuk tanggap serta mitigasi dan penanganan pascabencana.

Selama 2020, Kemristek melalui Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 telah menghasilkan lebih dari 61 produk inovasi sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mempercepat penanggulangan pandemi COVID-19 melalui 4T (testing, tracing, tracking, dan treatment) baik dalam bidang pencegahan, skrining dan diagnosis, obat dan terapi, maupun alat kesehatan dan pendukung.

Produk-produk inovasi tersebut terus disempurnakan dan beberapa telah digunakan oleh masyarakat, seperti ventilator, Mobile Lab BSL-2, rapid test kit, GeNose C19.

Hasil tes dari alat skrining yang berbasis antigen seperti CePAD dan RT Lamp dapat dikombinasikan dengan wearable device berbentuk gelang yang terhubung dengan internet untuk memantau kepatuhan mobilitas pengguna dengan hasil positif.

Data hasil tes yang tersimpan juga dapat dimasukkan dalam aplikasi Health Pass atau paspor kesehatan untuk COVID-19.

Untuk meningkatkan pemanfaatan dan daya guna produk Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 serta untuk mengetahui respons pengguna terhadap kinerja produk, Kemristek juga telah melakukan Bakti Inovasi ke kurang lebih 15 kota/kabupaten di Indonesia.

Baca juga: Kemristek dorong pengembangan ventilator ICU pertama di Indonesia
Baca juga: Kemristek berupaya ciptakan alat tes COVID-19 berbasis air liur
Baca juga: Kemristek mendukung penelitian "post marketing" GeNose

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar