Melancong secara virtual ke museum-museum di Jakarta

Melancong secara virtual ke museum-museum di Jakarta

Pengunjung mengamati koleksi Museum Nasional di Jakarta, Sabtu (2/1/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.

Jakarta (ANTARA) - Meski akhir pekan ini disambut dengan libur panjang yang dimulai dengan perayaan Imlek, pemerintah mengimbau masyarakat untuk merayakannya dan "berlibur" di rumah saja.

Terdengar membosankan, namun, hal ini merupakan salah satu upaya menekan dan memutus rantai penyebaran COVID-19, sejalan dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Namun, jangan khawatir, karena terdapat sejumlah tempat wisata seperti museum yang menyediakan fitur tur virtual untuk masyarakat yang ingin liburan tanpa harus keluar rumah.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Museum Perumusan Naskah Proklamasi masih menutup sementara layanan kunjungan hingga 22 Februari 2021 terkait dengan PPKM Mikro di pulau Jawa dan Bali.

"Ada layanan tur virtual bagi pengunjung, harus mendaftar dahulu sebelumnya. Berlaku pada hari biasa (Senin-Jumat)," kata perwakilan Museum Perumusan Naskah Proklamasi saat dihubungi ANTARA, baru-baru ini.

Bagi Anda yang ingin mendaftar tur virtual, harus mendaftar terlebih dahulu di https://s.id/VTMPNP, dengan jumlah peserta minimal lima orang.

Baca juga: Museum MACAN siapkan pameran luring dan program virtual

Baca juga: Perlu libatkan swasta promosikan Museum Multatuli agar mendunia


Tur gratis ini nantinya akan dipandu oleh tim Bimbingan Edukasi Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang menjelaskah seputar sejarah sekitar proklamasi, berkeliling museum juga menonton film dokumenter.

Museum Sumpah Pemuda
Museum ini belum bisa dikunjungi hingga 22 Februari 2021. Meski demikian, wisatawan yang tertarik untuk tetap berkunjung bisa mampir secara virtual melalui tautan bit.ly/vr_muspada.

Museum Kebangkitan Nasional
Museum ini baru membuka layanan pengunjung per 16 Februari 2021 dengan batas jumlah maksimal 50 persen dari kapasitas. Pengunjung bisa berkunjung antara pukul 08.00-16.00 WIB sembari mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Museum ini juga mengadakan panduan kunjungan secara virtual yang gratis untuk rombongan atau individu yang bisa mendaftar di tautan bit.ly/DaftarVTMuskitnas.

Nantinya edukator dari museum akan memandu pengunjung gara bisa merasakan pengalaman yang sama seperti berkunjung langsung. Tur virtual lewat aplikasi zoom akan dilaksanakan bila peserta lebih dari 10 orang. Kunjungan virtual ini diselenggarakan pada 16 Februari, 19 Februari, 23 Februari dan 26 Februari.

Museum Nasional
Museum Nasional juga menutup layanan kunjungan mengikuti pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) demi mengendalikan penyebaran virus corona. Namun, murid-murid sekolah bisa berkunjung secara virtual tanpa dipungut biaya dengan mendaftarkan diri di bit.ly/museumdaring.

Tur virtual akan dilangsungkan melalui metode webinar dengan kapasitas hingga 500 peserta. Edukator Museum Nasional akan mengajak peserta berkeliling lewat aplikasi dengan cara interaktif. Pengunjung perorangan juga bisa mampir dari rumah dengan cara mengakses tautan https://www.museumnasional.or.id/virtual-tour.

Museum Basoeki Abdullah
Museum ini sebetulnya sudah dibuka mulai 11 Februari 2021 di mana pengunjung wajib mengikuti protokol kesehatan. Kapasitas satu ruangan dibatasi maksimal lima orang dan tiap pengunjung maksimal boleh melihat-lihat selama 60 menit.

Tetapi akan ada pembukaan pameran secara daring pada 16 Februari 2021 yang bertajuk "Prestasi Karya Anak Muda, karya terpilih dari kegiatan lomba melukis sejak 2018-2020 bersama 40 peserta dengan jumlah 45 karya.

Baca juga: UPTD Museum Sultra: 900 lebih koleksi museum terdeteksi hilang

Baca juga: Wisata virtual, ke candi, museum hingga bulan

Baca juga: Pengunjung dibatasi sesuai prokes, Museum Tsunami Aceh dibuka lagi

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira & Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Museum 3D/4D pertama di Nepal sajikan dunia dalam satu tempat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar