Moeldoko bertemu JETRO bahas ekspansi investasi Jepang

Moeldoko bertemu JETRO bahas ekspansi investasi Jepang

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kedua dari depan, baris kiri) bersama Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi (depan, baris kiri) melakukan pertemuan dengan CEO Japan External Trade Organization (JETRO) Mr. Nobuhiko Sasaki di Tokyo, 10 Maret 2021. Pihak JETRO memberikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia terkait dengan kebijakan substitusi impor yang merupakan salah upaya pemerintah Indonesia untuk memproteksi investasi. (ANTARA/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko melakukan pertemuan secara daring bersama perwakilan Japan External Trade Organization (JETRO) Indonesia untuk membahas rencana ekspansi investor Jepang di Indonesia.

Moeldoko di Situation Room Gedung Bina Graha Jakarta, Senin, mengatakan Pemerintah Indonesia telah bekerja keras untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi COVID-19.

“Beberapa upaya tersebut di antaranya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga program vaksinasi. Harapannya persoalan ekonomi segera bangkit sehingga daya beli masyarakat meningkat,” kata Moeldoko.

Hal itu disampaikan Moeldoko kepada JETRO sebagai badan organisasi yang terkait dengan pemerintah Jepang, yang bekerja untuk mempromosikan hubungan perdagangan dan investasi antara Jepang dengan negara-negara lain di dunia.

Baca juga: Percepat implementasi Industri 4.0, Kemenperin gandeng Jetro

Kepada JETRO pula, Moeldoko yang didampingi Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP) Arif Budi Hardono, Deputi III KSP Panutan S. Sulendrakusuma beserta para tenaga ahli Deputi III KSP dari Kepada KSP menyinggung adanya stimulus bagi korporasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diberikan melalui program PEN.

Selain itu, belum lama ini, Pemerintah juga memberikan keringanan pajak untuk pembelian mobil dan rumah.

Tidak hanya itu, Moeldoko juga menjelaskan bagaimana kehadiran UU Cipta Kerja akan memberikan kemudahan bagi investor untuk datang ke Indonesia, sehingga bisa menjadi pengungkit ekonomi ke depan.

“Pastinya, upaya-upaya itu perlu kontribusi berbagai pihak. Pengusaha dan Pemerintah perlu terus berkomunikasi untuk melihat perkembangan isu yang ada. Sementara Jetro sebagai strategic partner antara swasta dan Pemerintah perlu menjaga eksistensinya dan bekerja sama dengan baik, terutama dengan KSP,” kata Moeldoko.

Baca juga: Simposium online JETRO - Masyarakat Masa Depan Setelah Pandemi

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus KSP Arif Hardono mendorong JETRO untuk menjaga komunikasi yang baik antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

“Apa yang kami sampaikan, terutama mengenai upaya pemulihan ekonomi ini juga perlu disampaikan. Apalagi, Pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp699 triliun untuk program PEN pada 2021 ini,” kata Arif.

Menanggapi kondisi ekonomi Indonesia saat ini, Perusahaan-perusahaan asal Jepang yang berbasis di Indonesia berencana untuk melakukan ekspansi dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Salah satu alasannya, keuntungan perusahaan-perusahaan tersebut bakal melesat pada tahun 2021 setelah pada 2020 anjlok terdampak pandemi COVID-19.

Data ini tertuang dalam hasil survei JETRO terhadap lebih dari 1.000 perusahaan Jepang di Indonesia.

Seperti disampaikan Presiden Direktur JETRO Indonesia Keishi Suzuki yang memaparkan, perusahaan asal Jepang di Indonesia melihat adanya peningkatan penjualan di dalam negeri maupun penjualan ekspor.

Meski begitu, Keishi menjelaskan, peningkatan upah buruh jadi salah satu isu yang menjadi perhatian para perusahaan asal Jepang tersebut.

“Terutama yang bergerak di bidang manufaktur. Mereka berharap Undang-Undang Cipta Kerja bisa memperbaiki situasi tersebut,” kata Keishi.

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkumham tolak hasil KLB Partai Demokrat di Deli Serdang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar