Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berpidato di depan sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat guna memperingati pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 di depan sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Presiden Yudhoyono akan berpidato tepat pukul 10.00 WIB di Gedung Nusantara IV MPR/DPR, Jakarta, Selasa, yang akan dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Kehadiran Presiden untuk berpidato tersebut merupakan undangan dari Ketua MPR Taufiq Kiemas dalam upaya merevitalisasi empat pilar bernegara yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Undangan tersebut disampaikan langsung oleh Taufiq Kiemas ketika mendatangi Kantor Kepresidenan pada 25 Februari 2010.

Saat itu, pimpinan MPRjuga mengajak pemerintah untuk bersama-sama MPR mensosialisasikan kepada masyarakat empat pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika.

Selain Presiden, Ketua MPR pun dijadwalkan akan berpidato pada acara tersebut.

Guna mempersiapkan pidatonya, Presiden secara khusus ketika dalam perjalanan pulang usai kunjungan ke Norwegia pekan lalu meminta masukan dari rombongan mengenai penilaian masing-masing tentang Pancasila.

Kepada rombongan yang terdiri dari para menteri, staf khusus Presiden, Gubernur, wartawan, dan perangkat kantor kepresidenan, Kepala Negara meminta mereka secara sukarela menyampaikan pendapat tentang Pancasila secara tertulis tak lebih dari 10 kalimat.

Presiden Yudhoyono bermaksud untuk mengumpulkan pendapat tentang pandangan Pancasila sebagai dasar negara terutama aktualisasinya pada masa kini dan masa mendatang.
(D013*D012/A024)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010